Buka konten ini
Jika pantai diibaratkan wajah Pulau Bintan, maka Gunung Bintan adalah jantungnya. Rimba tropis, flora-fauna yang kaya, dan panorama spektakuler dari ketinggian 340 meter. Sebuah perjalanan mendaki yang singkat, namun menghadirkan pengalaman yang akan terus terpatri.
Mahakarya alam dari Pulau Bintan itu adalah Gunung Bintan, sebuah gunung berbentuk bukit yang menjadi ikon rimba tropis. Dengan ketinggian sekitar 340 meter di atas permukaan laut, Gunung Bintan menawarkan keindahan yang memanjakan mata.
Gunung Bintan memiliki keunikan tersendiri. Letaknya berada di tengah Pulau Bintan, di antara Kota Tanjungpinang dan Desa Bintan Buyu, Kabupaten Bintan.
Gunung tertinggi di Pulau Bintan ini dihiasi panorama hijau dan hutan tropis. Di sisi lain, Gunung Bintan juga menjadi objek wisata yang diminati wisatawan, khususnya para pendaki.
Sebagai destinasi wisata, gunung ini menawarkan kombinasi sempurna antara petualangan, relaksasi, serta kekaguman terhadap mahakarya alam dan kehidupan liar.
Gunung Bintan juga menjadi rumah bagi beragam flora dan fauna khas hutan tropis. Di kawasan ini terdapat pohon-pohon besar, tanaman unik, serta berbagai satwa liar seperti monyet dan beragam jenis burung.
Keberagaman flora dan fauna itu menjadikan Gunung Bintan lokasi yang ideal untuk edukasi lingkungan dan fotografi alam.
Selain daya tarik wisata, Gunung Bintan juga memiliki peran penting bagi masyarakat sekitar sebagai area resapan air. Tumbuhan tropis dan pohon besar berfungsi sebagai penyangga hutan dari ancaman erosi.
Bagi wisatawan dan pecinta alam, pendakian ke Gunung Bintan menjadi pengalaman berharga yang tak terlupakan.
Jalur pendakian yang cukup menantang, dikelilingi pepohonan hijau nan lebat, menciptakan suasana tenang dan menyenangkan. Rasa lelah mendaki pun seakan hilang.
Tak hanya itu, sepanjang perjalanan menuju puncak, pendaki akan ditemani suara burung berkicau yang menambah harmoni alami nan menenangkan.
Tak jauh dari kaki gunung terdapat air terjun alami yang menjadi daya tarik tambahan. Air terjun ini menyuguhkan kesejukan air jernih di antara bebatuan dan pepohonan rimbun.
Lokasi air terjun menjadi tempat sempurna untuk bersantai atau sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan pendakian ke puncak.
Setelah menempuh pendakian sekitar dua jam, para pendaki akan tiba di puncak Gunung Bintan. Dari sini, panorama spektakuler terbentang: hutan tropis hijau, lautan luas, lanskap Kabupaten Bintan, hingga Kota Tanjungpinang.
Dari ketinggian 340 meter di atas permukaan laut, tampak pemandangan Pulau Bintan yang memukau dengan perpaduan rimba tropis dan laut biru di kejauhan.
Salah seorang penggiat alam di Pulau Bintan, Misbach (26), mengatakan, waktu terbaik untuk mendaki adalah pagi hari, saat udara masih segar dan matahari baru terbit.
Untuk mencapai kaki Gunung Bintan, kata Misbach, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan dari Tanjungpinang maupun Bintan, lalu melanjutkan perjalanan dengan mendaki.
Sebelum tiba di puncak, pecinta alam sebaiknya singgah di lokasi air terjun yang berada tak jauh dari kaki gunung. “Air terjun menjadi tempat singgah untuk bersantai dan melepas lelah sesaat sebelum melanjutkan pendakian,” kata Misbach di Tanjungpinang, Rabu (1/10).
Menurutnya, Gunung Bintan adalah salah satu kawasan hutan tropis yang menyimpan kekayaan flora dan fauna. “Di sini terdapat satwa seperti monyet, tupai, dan berbagai jenis burung, serta tumbuhan tropis dengan pohon-pohon besar,” ujarnya.
Gunung Bintan juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan jiwa. Dari puncak, mata akan dimanjakan dengan hamparan rimba tropis hijau, birunya laut, hingga panorama matahari terbit di pagi hari dan matahari terbenam di sore hari.
“Sesampainya di puncak, kita akan disuguhkan dengan pesona alam Pulau Bintan yang luar biasa,” ungkap Misbach yang kerap mendaki gunung ini.
Ia menilai Gunung Bintan sebagai destinasi wisata wajib bagi siapa pun yang mencari ketenangan dan keindahan alam. “Udara segar dan panorama menakjubkan menjadikannya pilihan tepat untuk melepas penat dari rutinitas,” ucapnya.
“Bagi siapa pun yang berkunjung ke Pulau Bintan, tempat ini wajib dikunjungi. Mari jelajahi Gunung Bintan dan rasakan pesona alamnya yang memikat,” ujarnya.
Terakhir, Misbach yang juga tergabung dalam Komunitas Pencinta Alam Setapak (Kompas), berpesan agar pengunjung selalu menjaga kebersihan.
“Kalau sudah sampai puncak, jangan buang sampah sembarangan. Bawa turun kembali agar kelestarian Gunung Bintan tetap terjaga,” ungkapnya. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR Editor : FISKA JUANDA