Buka konten ini
BATAM (BP) – INSTITUT Kesehatan Mitra Bunda (IKMB), di bawah naungan Yayasan Harapan Bunda Batam, melaksanakan kegiatan Evaluasi Lapangan usul pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi Fakultas Kedokteran (FK). Evaluasi ini merupakan tahapan penting dalam proses pengajuan pendirian FK di IKMB di Kampus HM 17, Jalan Pasir Putih, Batam Center, Kota Batam, Kamis (25/9/2025).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah evaluator dari berbagai lembaga terkait, baik secara luring maupun daring, yaitu: Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP, M.M., Direktur Kelembagaan; Nopriadi, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII (luring); Deny Kurniawan, ST, MSc, PhD, Direktorat Kelembagaan (daring); Dr. Soetrisno, MA, LAMPTKes (daring); drg. Arianti Anaya, MKM, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) (daring); dr. Rita Rogayah, Sp.P(K), MARS, Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI) (daring); Dr. dr. H. Nasrudin Andi Mapaware, Sp.O.G (K), M.ARS, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) (daring); Dr. Fen Tih, dr., M.Kes, Universitas Kristen Maranatha (luring); dr. Liliana Sugiharto, M.S, PAK Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (luring); Lingga Kresna Adiputra, Direktorat Kelembagaan (luring); Abdul Rosid, Direktorat Kelembagaan (luring).
Juga hadir Wakil Dekan II FK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dr. Yudhi Wibowo beserta Ketua Tim Pengampu untuk Pendirian FK IKMB yakni Dr. dr. Nendyah Setyowati, MKK beserta staf pengajar dari FK UNSOED.
Hadir juga Rektor IKMB, Dr. Nelli Roza, Skrp, MKes; Warek 1 IKMB, Ns. Didi Yunaspi, MKep, CMC; Warek 2 IKMB, Dr. Roza Erda, SKM, MM, MKM; Warek 3 IKMB, Dr Desy, S.S., M.Pd. Turut hadir mitra kerja IKMB dan pimpinan Fasilitas Layanan Kesehatan Utama dan Satelit FK IKMB yakni Direktur RS Harapan Bunda Batam, dr Ibnu Rushd MKM; Direktur RSUD Embung Fatimah drg. R.R. Sri Widjayanti Suryandari; dan para direktur serta pimpinan rumah sakit lainnnya di Batam.
Dalam mendirikan FK ini, IKMB menjalin nota kesepahaman dengan UNSOED sejak tahun 2023. Kemudian ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama antara IKMB dengan FK UNSOED. Dengan demikian, dalam proses pendirian dan sampai FK IKMB mampu menghasilkan lulusan dokter, FK UNSOED merupakan pembina yang memberikan dukungan guna terselenggaranya pendidikan kedokteran berkualitas di IKMB.
Rencana ini sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan 2020–2034 serta Renstra 2020-2025 IKMB. Kehadiran FK di Batam diharapkan mampu menjawab tantangan serius terkait rasio dokter Indonesia yang baru mencapai 0,62 per 1.000 penduduk, masih di bawah standar WHO.
Urgensi bagi Batam dan Kepulauan Riau (Kepri), Kota Batam sebagai kawasan industri dan ekonomi dengan pertumbuhan pesat, tingkat migrasi tinggi, serta kunjungan wisatawan mencapai 1,66 juta jiwa pada 2024, menghadapi tantangan besar dalam bidang kesehatan. Salah satunya adalah peningkatan signifikan kasus HIV/ AIDS, dimana Batam mencatat angka tertinggi secara nasional.
Sementara itu, Ketua Yayasan Harapan Bunda Batam Dr. Hj. Gusnawati STr. Keb, MKM; dan Pembina Yayasan Harapan Bunda Batam, H Henry Minit; menyebutkan, FK IKMB Insyaallah akan segera dibuka. Dan mereka ingin FK IKMB menjadi bagian dari solusi nyata, tidak hanya untuk mencetak tenaga medis profesional.
”Kita sangat mendukung program pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Gusnawati. (*/adv)
Reporter : SUPRIZAL TANJUNG
Editor : RATNA IRTATIK