Buka konten ini
JAKARTA (BP) — Hingga pertengahan bulan ini, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 29,8 juta orang di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut 5,9 juta di antaranya pelajar.
Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi mengatakan kemarin (18/9), jumlah masyarakat yang sudah mendaftar CKG tercatat 32,3 juta orang. Mereka tersebar di 10.226 puskesmas. Sedangkan 5,9 juta pelajar yang menjadi peserta berasal dari 91.184 sekolah, mulai jenjang SD hingga SMA dan pesantren di 38 provinsi.
Data menunjukkan, penerima manfaat terdiri dari 17,1 juta perempuan dan 12,6 juta laki-laki. Provinsi dengan jumlah peserta terbesar adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. “Sementara Papua, Papua Barat, dan Papua Pegunungan masih menjadi daerah dengan partisipasi terendah,” katanya.
Program itu diluncurkan pada 10 Februari lalu sebagai bagian dari strategi nasional dan agenda Asta Cita. Tujuannya untuk mewujudkan rakyat Indonesia yang sehat, produktif, dan terlindungi sejak dini.
Tahun ini pemerintah menargetkan cakupan 60 juta penerima manfaat.
Selain di puskesmas, laya-nan CKG juga melibatkan posyandu, sekolah, klinik BPJS, kantor, dan komunitas. Hingga kini, rata-rata terdapat 603 ribu pendaftar dan 491 ribu peserta yang hadir setiap hari.
Masalah Kesehatan Terbanyak
Terkait hasil pemeriksaan, Kemenkes mencatat lima masalah kesehatan terbanyak pada bayi baru lahir. Masing-masing adalah kelainan saluran empedu, bayi lahir dengan berat rendah, penyakit jantung bawaan kritis, hipotiroid kongenital, serta defisiensi enzim G6PD.
Pada balita, masalah terbanyak meliputi gigi karies, anemia, stunting, gizi kurang, dan perkembangan tidak normal. Sementara itu, pada orang dewasa, keluhan ke-sehatan yang paling sering ditemukan adalah kurang aktivitas fisik, karies gigi, obesitas sentral, kelebihan berat badan, dan hipertensi.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan, pihaknya juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. “Skrining kesehatan, baik dari program CKG maupun yang diluncurkan BPJS Kesehatan melalui mobile JKN, memang untuk meningkatkan jumlah pasien di fasilitas kesehatan tingkat pertama,” katanya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG