Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura ke Kota Batam terjadi pada Sabtu (13/9). Hal ini merupakan dampak dari viralnya antrean panjang di Johor, Malaysia.
Banyak wisman masuk ke Kota Batam melalui Pelabuhan Batam Center. Mereka terlihat mengantre hingga ke ponton. Namun, kondisi antrean panjang ini dinilai berpotensi menjadi “bumerang” jika tidak segera dibenahi dengan peningkatan pelayanan serta sarana dan prasarana.
Anggota DPRD Kepulauan Riau, Rudy Chua, mengatakan bergesernya wisman asal Singapura ke Kota Batam menjadi kabar gembira bagi pengembangan pariwisata di Kepri, terutama Batam. Namun, antrean wisman di Pelabuhan Batam Center dinilai tidak begitu nyaman. Pasalnya, mereka mengantre hingga ke ponton.
”Saya lihat antreannya hingga ke jalan menuju ponton. Saya rasa ini tidak begitu nyaman,” kata Rudy Chua kepada Batam Pos. Hal ini, menurut Rudy, harus menjadi perhatian serius pengelola pelabuhan, pemerintah daerah, Bea Cukai, hingga Imigrasi Batam agar para wisman tidak jera untuk datang kembali ke Batam.
”Ini perlu mendapat perhatian sehingga mereka tidak merasa kapok datang ke Batam karena antre satu jam lebih di pelabuhan,” tegasnya.
Ia meminta semua pihak terkait segera mencari solusi. Misalnya dengan membenahi aula kedatangan internasional serta menambah loket pemeriksaan di Imigrasi Batam.
”Pemeriksaan Imigrasi juga harus cepat, loketnya diperbanyak. Yang jelas fasilitas seperti ini harus jadi perhatian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan pengelola Pelabuhan Batam Center bersama Dinas Pariwisata Batam untuk membahas persoalan antrean panjang tersebut. Menurutnya, antrean itu dipicu kurangnya sosialisasi pengisian data All Indonesia yang diwajibkan bagi warga negara asing (WNA) sebelum masuk ke wilayah Indonesia.
”Jadi, wisman memang wajib mengisi data di All Indonesia. Singapura dan Malaysia juga sudah menerapkan hal ini,” kata Hasan.
Ia menjelaskan, sosialisasi pengisian All Indonesia merupakan tugas bersama pemerintah daerah, Imigrasi, hingga pengelola pelabuhan internasional.
”Saya sudah koordinasi dengan Dispar Batam dan pihak pelabuhan. Nanti kita lakukan pertemuan. Intinya, ini harus disosialisasikan,” pungkasnya. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : RYAN AGUNG