Buka konten ini

BANGKOK (BP) – Tragedi menimpa seorang penjaga Safari World Bangkok, Rabu (10/9). Ia tewas setelah diserang beberapa ekor singa saat bertugas. Seperti dilansir dari channelnewsasia.com, peristiwa tersebut memicu sorotan soal standar keselamatan dan legalitas kepemilikan satwa liar di salah satu kebun binatang terbuka terbesar di Asia itu.
Safari World dikenal menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan, termasuk paket memberi makan singa dan harimau seharga sekitar 1.200 baht atau setara US$37 per orang. Namun, di balik atraksi tersebut, keselamatan kembali dipertanyakan.
“Korban adalah staf kebun binatang yang biasanya memberi makan singa,” ungkap Sadudee Punpugdee, Direktur Perlindungan Satwa Liar dari Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tanaman, kepada AFP.
Ia menjelaskan, korban diserang enam hingga tujuh ekor singa ketika keluar dari mobil. “Saat itu ia sendirian,” kata Sadudee.
Seorang dokter yang kebetulan sedang berkunjung, Tavatchai Kanchanarin, menyaksikan langsung detik-detik mencekam itu. “Pria tersebut turun dari mobil terbuka dan berdiri membelakangi hewan-hewan itu. Awalnya saya kira itu aneh. Ia berdiri sekitar tiga menit, lalu seekor singa berjalan pelan dari belakang dan langsung menerkamnya. Dia bahkan tak sempat berteriak,” ucap Tavatchai.
Ucapan belasungkawa juga datang dari Edwin Wiek, pendiri Wildlife Friends Foundation Thailand. Melalui unggahan di Facebook, ia menegaskan tragedi ini harus jadi pengingat. “Meski dibesarkan manusia sejak lahir, hewan-hewan itu tetap berbahaya dan bisa menyerang kapan saja,” ujarnya.
Pihak Safari World menyebut seluruh singa yang dipelihara memiliki izin resmi. “Kami selalu menekankan aturan keselamatan karena bekerja dengan hewan berbahaya,” kata seorang pejabat senior kebun binatang yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, korban yang telah bekerja lebih dari 30 tahun dikenal sebagai sosok baik di kalangan karyawan.
Dalam laman resminya, Safari World mempromosikan pengalaman interaksi langsung dengan satwa liar seperti singa, harimau, beruang, hingga zebra yang dibiarkan berkeliaran di habitat alaminya.
Kepemilikan singa di Thailand memang sah secara hukum. Bahkan, populasinya terus meningkat pesat. Saat ini, hampir 500 ekor singa tercatat berada di kebun binatang, peternakan penangkaran, kafe satwa, maupun rumah pribadi.
Namun, organisasi pecinta hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menilai Safari World harus segera mengambil langkah. “Singa-singa itu tidak bersalah. Mereka hanya menunjukkan perilaku alaminya,” tegas PETA. (*)
Reporter : GALIH ADI SAPUTRO
Editor : MOHAMMAD TAHANG