Senin, 16 Februari 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Empat Film Perjuangan Seorang Guru

Dunia pendidikan kerap menghadirkan kisah inspiratif yang menyentuh hati, terutama perjuangan seorang guru dalam mengajar di tengah keterbatasan.
Di layar lebar, sejumlah film Indonesia berhasil mengangkat kisah tentang perjuangan dan dedikasi guru.
Berikut empat rekomendasi film yang layak ditonton sebagai tontonan edukasi penuh makna.

1. Laskar Pelangi (2008)
Film garapan sutradara Riri Riza ini diadaptasi dari novel best seller karya Andrea Hirata. Andrea Hirata sendiri menulis novel ini berdasarkan kisahnya semasa kecil di Belitung.

2. Sokola Rimba (2013)
Masih dengan sutradara Riri Riza, Sokola Rimba me­rupakan salah satu film yang menampilkan perjuangan seorang guru.
Diangkat dari kisah nyata Butet Manurung, Sokola Rimba berkisah tentang Butet (Prisia Nasution) yang rela meninggalkan kariernya, untuk mengajar anak-anak Suku Anak Dalam di Jambi.

Film ini memberikan pesan kuat tentang pentingnya pendidikan untuk masyarakat adat yang kerap terpinggirkan.
Dilansir dari laman festivalfilm.id, film ini meraih penghargaan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di Festival Film Indonesia 2014.

3. Denias, Senandung di Atas Awan (2006)
Film ini mengisahkan tentang Denias, seorang anak Papua yang memiliki tekad kuat untuk terus bersekolah meski akses pendidikan di daerahnya sangat terbatas.

Keterbatasan fasilitas, kehilangan orangtua yang mendukung, hingga teman jahat yang selalu mengganggu, tidak memadamkan semangat Denias untuk bersekolah.
Kehadiran guru menjadi elemen penting yang memotivasi Denias untuk terus mengejar cita-citanya.Dilansir dari situs filmindonesia.or.id, film ini menyabet dua penghargaan di Festival film Indonesia 2006.

4. Serdadu Kumbang (2011)
Berdasarkan informasi yang dikutip dari filmindonesia.or.id, film Serdadu Kembang karya sutradara Ari Sihasale ini, berfokus pada kisah anak-anak di Sumbawa yang penuh semangat meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Amek adalah bocah yang terlahir dengan bibir sumbing, membuatnya kerap diejek oleh teman-temannya. Amek pun kurang pandai di ranah akademik, namun ia memiliki satu kelebihan, yaitu mahir menunggang kuda.

Film ini berkisah tentang perjuangan Amek menghadapi keterbatasan fisiknya dan membuktikan bahwa dirinya pun bisa seperti anak lainnya.
Sosok guru dalam film ini digambarkan sebagai pendorong semangat murid-muridnya agar berani bermimpi dan tidak menyerah pada keadaan.

Keempat film tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pesan mendalam tentang dedikasi seorang guru, semangat murid, serta pentingnya akses pendidikan yang merata di Indonesia. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI