Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Polsek Sagulung menerima laporan dugaan penipuan dengan terlapor mantan Lurah Sei Harapan, Kecamatan Sekupang berinisial M, yang belakangan ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, ketika masih menjabat, M dilaporkan tak pernah ngantor hingga dua bulan lamanya. Setelah itu, ia seolah menghilang dan sulit ditemui.
Laporan ke polisi tersebut diajukan seorang warga berinisial Sa, yang mengaku dijanjikan proyek di wilayah Sagulung. Namun, hingga kini proyek yang dimaksud tidak pernah terealisasi. Sa juga mengaku sudah menyerahkan sejumlah uang sebagai bentuk komitmen, tetapi merasa tertipu karena janji itu tak kunjung terbukti.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul, melalui Kanit Reskrim Iptu Anwar Aris, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan mengumpulkan keterangan dari pihak terkait sebelum mengambil langkah selanjutnya,” ujar Anwar, Selasa (2/9).
Kasus ini semakin menyita perhatian karena mantan lurah yang dilaporkan adalah sosok yang sempat viral beberapa waktu lalu. Publik Batam sempat digegerkan dengan kabar menghilangnya lurah Sei Harapan sejak hampir dua bulan terakhir. Ia tidak pernah terlihat di kantor kelurahan dan keberadaannya hingga kini tak diketahui.
Sebelumnya, Camat Sekupang, Kamarul, menyebut pihaknya sudah berulang kali memberikan pembinaan. Namun, tak ada perubahan berarti hingga akhirnya lurah benar-benar tidak masuk kantor.
Kondisi itu membuat pelayanan publik di Kelurahan Sei Harapan terhambat. Beberapa urusan administrasi yang membutuhkan persetujuan lurah ikut tertunda, memicu keluhan warga.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku sudah menerima laporan dari Camat Sekupang. Ia pun menginstruksikan Plt Sekretaris Daerah Kota Batam untuk mencari keberadaan lurah tersebut sekaligus memberikan teguran keras atas ketidakhadiran yang berkepanjangan.
Dengan adanya laporan dugaan penipuan ini, daftar persoalan yang membelit lurah Sei Harapan semakin panjang. Kepolisian memastikan akan mengusut laporan tersebut secara profesional, termasuk memeriksa bukti dan saksi-saksi.
Masyarakat berharap kasus ini segera mendapat kejelasan agar pelayanan publik di wilayah Sei Harapan bisa kembali berjalan normal. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK