Buka konten ini

CUACA buruk melanda Kota Batam sejak pagi, Senin (11/8), dengan hujan deras berintensitas cukup lebat. Kondisi cuaca ekstrem ini menyebabkan longsor di kawasan Simpang Bengkong Harapan, sementara sedikitnya 60 titik banjir dilaporkan tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batam, Agus Bendri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan untuk menangani situasi darurat tersebut. Tim BPBD, didampingi Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan tim teknis dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA), meninjau langsung lokasi longsor.
“Tadi kami sudah turun ke lapangan (lokasi longsor) bersama Ibu Wakil Wali Kota, juga ada tim teknis dari Bina Marga,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi banjir di berbagai titik sudah mulai mereda seiring berhentinya hujan. “Kalau banjir, secara keseluruhan selesai hujan itu sudah surut. Tak ada genangan air lagi,” tambahnya.
Longsor di Simpang Bengkong Harapan disebabkan curah hujan yang deras, ditambah beberapa faktor pendukung lainnya. “Itu kronologisnya disebabkan curah hujan yang deras, plus ada beberapa faktor lainnya,” ujar Agus.
Untuk menangani situasi ini, BPBD berkoordinasi lintas instansi, meliputi DBM-SDA, Dinas Perumahan, Kawasan dan Pertanahan (Perkimtan), Dinas Sosial (Dinsos), hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Wakil Wali Kota Li Claudia turun memantau langsung situasi di lapangan, sementara Bina Marga telah menurunkan alat berat untuk merapikan lokasi longsor. Pihaknya juga akan mengadakan rapat tim untuk membahas penyelesaian masalah secara komprehensif.
“Kalau penyelesaiannya harus digesa, dan kalau anggarannya tidak ada di Bina Marga, mungkin bisa lewat anggaran tidak terduga. Jadi ini harus berproses,” ujarnya.
Berdasarkan data Diskominfo, tercatat sekitar 60 titik banjir tersebar di wilayah Batam akibat hujan lebat tersebut. Namun Agus meyakinkan bahwa banjir bersifat sementara dan sudah tidak ada genangan air setelah hujan berhenti. Fokus penanganan kini diarahkan pada pemulihan dampak longsor.
Tidak Ada Korban Jiwa
Hujan deras yang mengguyur Kota Batam menyebabkan longsor di Bengkong Harapan, Senin (11/8) pagi. Tanah dari dataran tinggi di kawasan tersebut amblas hingga menutup badan jalan.
Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra, mengatakan bencana ini langsung diatasi, dan petugas mengalihkan arus lalu lintas di jalan yang tertutup material longsor.
“Tidak ada korban. Tadi langsung diatasi oleh petugas dan Ibu Li (Wawako),” ujarnya.
Endra menjelaskan, selama hujan deras mengguyur, wilayah hukum Polsek Bengkong tetap kondusif dan tidak terjadi bencana di kawasan lain.
“Laporan bencana hanya satu saja. Imbauan kepada masyarakat, agar tetap waspada saat cuaca ekstrem atau hujan deras,” katanya.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca. Sebab, beberapa hari ini Kota Batam diguyur hujan lebat dan angin kencang.
“Waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Selalu pantau perubahan cuaca yang dikeluarkan BMKG demi keselamatan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas saat cuaca buruk, dan bagi pengendara motor agar mencari lokasi aman untuk berteduh.
“Kurangi aktivitas di luar saat cuaca buruk, seperti hujan disertai angin kencang dan petir. Jauhi area tiang listrik dan pohon yang berisiko saat cuaca buruk,” katanya.
Zaenal juga mengingatkan operator transportasi laut untuk melengkapi alat keselamatan bagi penumpang.
“Perhatikan peringatan dini terkait hujan deras dan angin kencang. Selalu pantau perkembangan cuaca melalui sumber terpercaya,” tutupnya. (***)
Reporter : Arjuna – Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG