Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Pemuda asal Singapura, Kai Emilio, membangun satu unit kamar tambahan di Panti Asuhan Rhaudatussyafa Madani Batam, Sekupang. Aksi sosial ini menjadi bentuk dukungannya terhadap anak-anak yatim dan duafa di Kota Batam.
Kegiatan sosial dilakukan Kai bersama istri dan rombongan pada Sabtu (3/8). Selain membagikan makanan dan sembako, pria berusia 26 tahun yang dikenal lewat akun TikTok dan Instagram @kaiemilio.fg atau “Sultan Singapore” itu juga menjanjikan bantuan pembangunan fasilitas baru untuk panti.
“Saya cuma ikut kemampuan. Apa yang saya rasa itu momen, saya buat saja. Apa yang kita kasih pun itu dari Allah, bukan punya kita,” kata Kai saat berbincang dengan wartawan di lokasi.
Kai menegaskan, aksinya bukan bagian dari promosi atau konten, melainkan murni niat ikhlas. Seluruh kegiatan sosialnya, ia lakukan dengan dana pribadi.
“Kalau terasa waktunya pas, saya buat saja. Ini bukan soal pencitraan,” ujarnya.
Kai juga menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan bisnis di Batam. Ia datang karena merasa nyaman dan memiliki banyak teman di kota ini. “Saya tak merasa seperti orang luar di sini. Jadi kalau buat kegiatan sosial, hati saya lebih tenang,” ungkapnya.
Terkait pembangunan kamar tambahan, Kai menyebutnya sebagai langkah awal. Jika berjalan lancar, ia membuka kemungkinan untuk melanjutkan bantuannya ke tahap berikutnya.
“Kami lihat dulu progresnya. Kalau semua berjalan baik dan mereka masih butuh bantuan, insya Allah kami bantu lagi. Tapi untuk sekarang, fokus dulu satu kamar ini,” ucapnya.
Ketua Yayasan Rhaudatussyafa Madani Batam, Sahuri, mengapresiasi dukungan Kai. Ia menyebut bantuan tersebut sangat dibutuhkan mengingat keterbatasan ruang menjadi kendala utama dalam menampung lebih banyak anak.
“Setelah kami sampaikan kebutuhan panti, beliau langsung bersedia membantu pembangunan satu kamar di lantai tiga. Ini sangat membantu,” kata Sahuri haru.
Menurut Sahuri, satu kamar idealnya bisa menampung hingga 15 anak. Namun, saat ini hanya delapan anak yang bisa ditampung karena keterbatasan bangunan.
“Masih banyak anak yang ingin kami terima, tapi belum bisa karena ruang belum tersedia. Semoga dengan kamar baru ini, lebih banyak anak bisa tinggal dan mendapat pendidikan yang layak,” ujarnya.
Panti Asuhan Rhaudatussyafa Madani berdiri sejak 2023 dan mulai aktif beroperasi pada 2025 setelah seluruh perizinan rampung. Panti ini fokus pada pelayanan anak yatim, piatu, duafa, dan anak terlantar.
Anak-anak yang kini tinggal di panti rata-rata berusia enam tahun ke atas. Di antaranya ada anak dari Batuaji yang sempat putus sekolah di jenjang SMP dan kini disiapkan untuk kembali mengenyam pendidikan formal. (*/adv)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK