Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa impor produk hortikultura dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu swasembada pangan.
Hal ini disampaikan seiring dengan komitmen Pemerintah Indonesia ke AS di tengah proses negosiasi terkait tarif impor Presiden Donald Trump. Airlangga mengungkapkan produk pertanian yang akan diimpor dari AS merupakan pangan yang sulit didapatkan di Indonesia, seperti gandum dan kedelai. Bahkan, komoditas tersebut pun sudah biasa Indonesia impor dari Australia maupun Ukraina.
“Kita tidak akan mengganggu program swasembada pangan. Kita hanya melakukan pengalihan daripada impor bahan baku untuk pangan tersebut,’’ kata Airlangga dalam keterangannya, Minggu (20/4).
Tak hanya produk holtikultura, pemerintah RI juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pembelian energi dari AS. Seperti LPG, minyak buah (fruit oil), dan bensin.
Tidak hanya janji untuk terus melakukan impor, Indonesia juga akan memfasilitasi perusahaan-perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Indonesia. Adapun fasilitas yang diberikan berupa kemudahan perizinan dan insentif.
Kemudian, Airlangga mengatakan bahwa Indonesia juga akan memperkuat kerja sama dengan Negeri Paman Sam itu baik di sektor investasi, sektor pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga sektor keuangan.
”Tentu Indonesia juga mengangkat terkait dengan financial services yang lebih cenderung untuk menguntungkan negara Amerika Serikat,” jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan swasembada pangan yang merupakan program prioritas di era kepemimpinannya bakal selesai lebih cepat dari target.
Menurutnya, semua pihak akan kaget lantaran Indonesia akan mencapai target swasembada pangan kurang dari 4 tahun. Untuk diketahui, sebelumnya Prabowo menargetkan bahwa swasembada pangan bisa dicapai pada 2028 mendatang.
”Target kita semakin jelas swasembada pangan kita rencanakan (tercapai dalam) empat tahun,” kata Prabowo dalam Munas Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia, di Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/1).
”Ternyata kita akan kaget, jauh sebelum empat tahun kita (Indonesia) sudah swasembada pangan,” sambung dia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY