Buka konten ini
LINGGA (BP) – Setelah resmi dinyatakan bebas malaria pada 2023, Kabupaten Lingga kini terus berupaya mempertahankan status itu. Sertifikat eliminasi malaria yang diberikan Kementerian Kesehatan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab baru: menjaga wilayah tetap steril dari penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles itu.
Upaya mempertahankan capaian ini dilakukan melalui kerja sama antara Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjungpinang, Pemerintah Kabupaten Lingga, dan Dinas Kesehatan setempat. Salah satu bentuk sinergi itu tampak dalam kunjungan Kepala BKK Kelas I Tanjungpinang, Robert Meysoh Saragih, ke Gedung Daerah Daik Lingga, Selasa (10/6).
Dalam lawatannya, Robert didampingi Pelaksana Tugas Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Batam dan rombongan dari Direktorat Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan. Mereka menemui Bupati Lingga dan Dinas Kesehatan guna membicarakan program lanjutan dalam menjaga eliminasi malaria di wilayah tersebut.
”Kami ingin memastikan agar Lingga tetap bebas malaria. Kunjungan ini bentuk advokasi dan penguatan komitmen bersama,” kata Robert, Kamis (12/6).
Menurut dia, pembahasan mencakup langkah-langkah pencegahan agar kasus malaria tidak kembali muncul. Salah satu strategi yang digodok adalah pengawasan ketat di setiap pintu masuk, baik pelabuhan maupun bandara, oleh petugas kesehatan dari BKK Wilayah Kerja Lingga.
”Selain itu, kita juga mendorong upaya pemusnahan sarang nyamuk dengan membersihkan dan menutup genangan air, yang menjadi tempat berkembang biaknya vektor malaria,” ujar Robert.
Rencana besar lain yang sedang dipersiapkan adalah pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Lingga. Laboratorium ini nantinya akan menjadi ujung tombak deteksi dini dan pengendalian penyakit menular.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Wirawan Trisna, menegaskan bahwa pertemuan tersebut juga membahas strategi mempertahankan kebersihan lingkungan dan kewaspadaan dini.
“Kemarin, selain memperkenalkan tim baru dari Kementerian dan BKK, kami juga berdiskusi tentang pentingnya pengawasan terhadap mobilitas penduduk dan sanitasi lingkungan,” ujar Wirawan.
Ia menekankan, keberhasilan mengeliminasi malaria bukanlah kerja satu pihak, melainkan hasil kolaborasi semua instansi yang bergerak di bidang kesehatan.
“Kami optimistis, dengan kerja sama lintas lembaga, status bebas malaria di Lingga dapat terus dipertahankan,” terangnya mengakhiri. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO