Buka konten ini
MADINAH (BP) – Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dimulai. Rabu (11/6), sebanyak tujuh kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi di Indonesia diterbangkan ke Tanah Air, melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah dan Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah.
Jemaah dari UPG 01 (Makassar) menjadi rombongan pertama yang dipulangkan. Mereka diterbangkan dari Bandara Madinah pada pukul 03.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Total, ada 2.764 jemaah dan petugas yang dijadwalkan pulang ke Indonesia pada hari pertama.
”Alhamdulillah, seluruh jemaah dan petugas telah sampai di bandara dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Wakil Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdillah.
Kloter-kloter lain yang juga diberangkatkan antara lain UPG 02 (Makassar), LOP 01 (Lombok), dan JKG 01 (Jakarta Pondok Gede) juga dari Bandara Madinah. Sementara dari Bandara Jeddah diberangkatkan kloter SUB 01 dan SUB 02 (Surabaya), serta JKS 01 (Jakarta Bekasi). Seluruh rangkaian penerbangan berlangsung hingga malam hari WAS.
Kepala BP Haji, Mochamad Irfan Yusuf, mengapresiasi ketertiban dan kekhusyukan jemaah dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Menurutnya, seluruh proses dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lontar jumrah di Mina, berlangsung lancar meski sempat diwarnai sejumlah dinamika. ”Itu menjadi catatan kita untuk perbaikan musim haji tahun depan,” kata Irfan.
Pihaknya telah menyampaikan evaluasi teknis kepada Deputi Menteri Haji Arab Saudi sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. Irfan berharap, jemaah yang kembali ke Indonesia tidak hanya menyandang predikat sebagai haji mabrur, tetapi juga membawa perubahan positif secara sosial dan spiritual.
”Haji mabrur bukan hanya catatan, tapi terlihat dari perilaku setelah kembali. Biasanya jadi lebih religius, lebih saleh, dan lebih peduli sosial,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Daker Bandara Abdul Basir mengingatkan jemaah dan petugas agar memperhatikan aturan ketat selama proses kepulangan. Salah satunya larangan membawa air zam-zam ke dalam kabin pesawat. Air zam-zam akan dibagikan kepada jamaah setibanya di Embarkasi Indonesia, bentuknya satu galon berisi lima liter per orang.
”Jemaah tidak perlu membawa air zam-zam dari Saudi. Itu melanggar aturan penerbangan dan dapat menghambat proses pemeriksaan,” tegasnya.
Selain itu, jamaah hanya diperbolehkan membawa dua jenis tas ke kabin pesawat. Yakni tas kabin maksimal 7 kilogram dan tas paspor. Koper besar telah dikirimkan satu hari sebelum keberangkatan.
Menurut Basir, proses kepulangan dilakukan tanpa memakai skema fast track seperti saat kedatangan. Semua jamaah akan melewati paviliun bandara, menerima dokumen perjalanan, menjalani pemeriksaan barang, dan menuju gate keberangkatan untuk melewati proses imigrasi serta keamanan.
”Jemaah hanya bisa masuk paviliun enam jam sebelum waktu terbang. Kalau datang lebih awal, harus menunggu di dalam bus,” jelasnya.
Pemulangan jemaah dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung dari 11 hingga 25 Juni. Itu terdiri dari 258 kloter yang berangkat melalui Bandara Jeddah dan delapan kloter dari Bandara Madinah. Sedangkan gelombang kedua dimulai 26 Juni–12 Juli 2025, dengan total 259 kloter yang diberangkatkan dari Madinah. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG