Buka konten ini
BOGOTA (BP) – Kolombia diguncang 24 serangan terkoordinasi yang menargetkan fasilitas keamanan dan sipil di wilayah barat daya negara Amerika Latin itu, Rabu (11/6). Tujuh orang tewas dan 28 lainnya luka-luka dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok gerilya lokal EMC, faksi pembangkang dari gerilyawan FARC, pimpinan Ivan Mordisco.
Serangan terjadi di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia. Ada pula serangan di Villa Rica, Guachinte, dan Corinto. Seperti dilansir dari AFP, para penyerang menghantam pos polisi, gedung pemerintah, hingga kawasan sipil dengan menggunakan bom mobil, bom sepeda motor, senapan, hingga pesawat nirawak.
”Para pelaku diduga kuat merupakan kelompok pembangkang. Dari tujuh korban tewas, dua di antaranya adalah polisi,” kata Kepala Polisi Nasional Carlos Fernando Triana.
Menurut Triana, serangan kelompok gerilya lokal di Cali masih diselidiki apakah ada kaitannya dengan rencana kunjungan Presiden Kolombia Gustavo Petro ke kota tersebut. Di sisi lain, media-media mengaitkan serangan kemarin dengan penembakan kepada kandidat presiden Kolombia Miguel Uribe Turbay yang dekat dengan Petro.
”Saya telah meminta pertemuan dengan pimpinan militer dan polisi di Cali. Semua informasi yang menghubungkan mafia di wilayah tersebut dengan serangan terhadap Senator Uribe Turbay akan dipelajari,” kata Petro dalam unggahan di akun media sosial X.
Tiga hari sebelum serangan kemarin, Uribe Turbay ditembak tiga kali oleh remaja berusia 15 tahun saat berpidato di sebuah taman di Bogota. Kondisinya masih kritis sampai kemarin. Rentetan kekerasan itu pun memunculkan kekhawatiran publik akan kembalinya era kelam Kolombia pada dekade 1980-an sampai 1990-an. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO