Buka konten ini
BINTAN (BP) – Angin kencang dan hujan deras kerap membuat Lana waswas. Atap rumahnya bocor di sana-sini, dan setiap tiupan angin membuat dinding papan bergetar seakan hendak rubuh. Rumah yang ditempatinya di Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, memang jauh dari kata layak.
Namun harapan itu kini menggantung pada satu program, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), atau yang lebih dikenal sebagai bantuan bedah rumah. Sebanyak 15 unit rumah di RW 002, Desa Teluk Sasah, termasuk rumah Lana, telah masuk dalam usulan penerima bantuan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bintan.
”Semoga rumah saya bisa diperbaiki. Kalau hujan deras, atapnya bocor, dan dinding terasa goyang,” ujar Lana dengan suara pelan.
Ketua RW 002, Jasmawardi, menyebutkan, bahwa ke 15 rumah yang diusulkan tersebar di tiga RT: 13 rumah di RT 001, serta masing-masing satu rumah di RT 002, dan RT 005.
”Kondisinya memang banyak yang sudah memprihatinkan. Program ini sangat ditunggu warga,” kata Jasmawardi.
Tenaga Fasilitator Lapangan dari Dinas Perkim, Novan, menjelaskan, bahwa BSPS bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lewat perbaikan hunian yang tidak layak. Bantuan ini dibagi dalam empat kategori, berdasarkan tingkat kerusakan: ringan (sekitar Rp18 juta), sedang (Rp27 juta), berat (Rp39 juta), dan total (hingga Rp60 juta).
”Yang diusulkan sudah kami survei. Program ini tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tapi juga mengangkat martabat dan kenyamanan hidup warga,” ujar Novan.
Kini, Lana dan para tetangganya menanti—semoga musim hujan mendatang bisa mereka lewati di rumah yang tak lagi bergoyang. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO