Buka konten ini
LINGGA (BP) – Insiden ambruknya atap rumah milik Ari, warga Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada Selasa, (20/5), mengakibatkan kerugian yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Atap rumah tersebut ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah tua. Kayu-kayu penopang atap diketahui telah lapuk dan rapuh akibat dimakan rayap, sehingga tidak mampu lagi menahan beban berat genteng yang menjadi penutup atap. Akibatnya, atap rumah runtuh secara tiba-tiba.
Camat Singkep, Agustiar, menyampaikan bahwa pihak Kelurahan Dabo dan Kecamatan Singkep akan segera mengajukan proposal kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lingga untuk melakukan renovasi terhadap rumah Ari.
“Kami bersama pihak Kelurahan akan terlebih dahulu menghitung kebutuhan material bangunan untuk renovasi rumah Pak Ari. Setelah itu, proposal akan segera diajukan ke Dinas Perkim agar proses renovasi bisa segera dilakukan,” ujar Agustiar saat diwawancarai, Rabu (21/5).
Saat ditanya mengenai estimasi kerugian yang dialami pemilik rumah, Agustiar memperkirakan nilainya mencapai puluhan juta rupiah. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi rumah saat ini tidak memungkinkan untuk ditinggali karena masih dipenuhi puing-puing atap yang belum dibersihkan.
“Karena rumah belum bisa ditempati, untuk sementara Pak Ari menyewa rumah kos sebagai tempat tinggal sementara,’’ terangnya.
Sebagai bentuk respons awal, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak Kecamatan Singkep telah memberikan bantuan sembako kepada Ari. Bantuan ini bersifat sementara sambil menunggu proses pengajuan dan persetujuan renovasi dari Dinas Perkim.(*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO