Buka konten ini
RIYADH (BP) – Video seorang anak yang debat dengan gubernur tentang perpisahan sekolah sempat viral di Indonesia. Anak tersebut beralasan untuk kenangan, tapi gubernur berkilah perpisahan harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit dan akan memberatkan orang tua.
Di belahan dunia lain, tepatnya di Arab Saudi, muncul aturan tidak boleh ada pungutan dari sekolah untuk wisuda atau upacara kehormatan lainnya.
Seperti dilansir dari Gulf News, Selasa (13/5), Kerajaan Arab Saudi memerintahkan kepala sekolah untuk menyisihkan anggaran yang sudah diberikan jika ingin menyelenggarakan wisuda atau upacara kehormatan. Kementerian Pendidikan Arab Saudi menyebut, aturan itu sebagai wujud menghargai kesetaraan. Selain itu, biaya informal ini dapat mengurangi tekanan finansial keluarga siswa yang tidak mampu.
Penasihat pendidikan Saudi Fawzia Al Waqit memuji aturan itu sebagai tindakan bijaksana.
Kepada kanal televisi Al Saudiya, dia menemukan beberapa upacara wisuda telah berubah menjadi acara yang mahal. Biaya yang bisa dibayarkan orangtua bisa mencapai SR 120 ribu (Rp532 juta) dan belum termasuk untuk toga dan makanan.
Pemborosan seperti itu, lanjut Fawzia, dapat membuat beberapa siswa merasa terpinggirkan dan menyebabkan perbandingan yang tidak sehat di antara para lulusan.
“Aturan tersebut dapat memberikan keadilan dan kesempatan yang sama di antara para siswa serta menjaga tujuan pendidikan dari upacara wisuda,” bebernya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO