Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Kemacetan parah setiap pagi dan sore menjadi pemandangan rutin di Jalan R Suprapto, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan SP Plaza, Batuaji. Kondisi jalan yang rusak serta ulah angkot yang ngetem sembarangan membuat arus lalu lintas tersendat parah, terutama pada jam sibuk.
Pantauan Batam Pos menunjukkan bahwa kerusakan jalan berupa lubang dan gelombang berada tepat di bawah JPO. Lokasi ini tidak memiliki ruang cukup bagi pengendara untuk menghindari kerusakan, karena terhalang tiang-tiang penyangga jembatan.
Kondisi makin diperparah oleh angkot jenis carry dan binbar yang kerap berhenti sembarangan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Hal ini mempersempit jalur di ruas jalan dua lajur tersebut dan mengganggu kelancaran lalu lintas.
Di sisi lain, proyek pelebaran jalan di Simpang Puteri Hijau yang masih berlangsung juga berimbas pada kemacetan. Sebagian badan jalan sedang dalam proses pengerjaan, menyebabkan penyempitan dan perlambatan arus kendaraan yang efeknya menjalar hingga ke depan SP Plaza.
“Pulang kerja atau antar anak sekolah pasti kena macet. Sudah lama begini, tapi tidak ada tindakan tegas,” keluh Suherman, warga Batuaji, Minggu (12/5).
Hal senada disampaikan Andre, warga lainnya. Ia menilai tambal sulam bukan solusi jangka panjang. “Tambalannya cepat rusak lagi, dan lubangnya malah makin melebar. Harusnya sekalian diperbaiki total seperti di Puteri Hijau,” tegasnya.
Masyarakat berharap ada penanganan menyeluruh, bukan hanya tambalan sementara. Mereka juga mendesak penertiban angkot yang ngetem sembarangan, yang dianggap memperparah kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyelesaikan proyek pelebaran jalan yang akan mencakup seluruh titik kerusakan.
“Pekerjaan dilakukan bertahap, tapi akan menjangkau seluruh ruas yang terdampak. Setelah rampung, diharapkan arus lalu lintas kembali lancar,” ujarnya.
Namun demikian, warga meminta agar sambil menunggu proyek pelebaran selesai, perbaikan jalan rusak tetap dilakukan secara berkala dan penertiban terhadap angkot lebih tegas, agar kemacetan tidak makin parah. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK