Buka konten ini
BATAM (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggenjot upaya penanganan banjir dengan mempercepat normalisasi drainase di berbagai wilayah. Program ini dilakukan untuk memastikan saluran air tetap optimal menampung debit air saat hujan deras.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyampaikan bahwa 17 unit alat berat dikerahkan untuk pengerukan dan pelebaran saluran di sejumlah titik rawan.
“Cara paling efektif saat ini adalah menjaga kapasitas tampung drainase dengan normalisasi rutin. Karena itu, kami siagakan 17 alat berat untuk mendukung pekerjaan ini,” kata Suhar.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah saluran induk di kawasan Sagulung, tepatnya di pinggir jalan menuju Puteri Hijau dan Kantor Kecamatan Sagulung. Saluran ini merupakan jalur akhir aliran air dari sebagian wilayah Batuaji, yang kerap dilanda genangan saat hujan.
Pekerjaan di titik ini meliputi pengerukan sedimen, pelebaran badan drainase, serta penguatan struktur dengan beton baru untuk menghadapi debit air yang besar.
Camat Sagulung, M. Hafis Rozie, menyambut baik langkah ini. Ia mengakui beberapa titik di wilayahnya memang rawan banjir, sehingga normalisasi sangat diperlukan untuk mengurangi potensi genangan.
“Upaya ini perlu didukung. Memang ada beberapa titik rawan banjir, dan dengan normalisasi ini, kita harap kondisinya lebih aman ke depan,” ujar Hafis.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan normalisasi drainase tetap menjadi salah satu prioritas utama Pemko dalam pembangunan infrastruktur. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, agar saluran air tetap lancar.
“Saluran yang kita bangun akan percuma kalau tetap dipenuhi sampah rumah tangga. Masyarakat harus ikut menjaga,” pesannya.
Program normalisasi drainase ini akan berlanjut sepanjang tahun, dengan prioritas pada wilayah-wilayah yang memiliki riwayat banjir dan genangan tinggi. Pemko berharap, kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat menekan persoalan banjir secara signifikan. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI