Buka konten ini
Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan publik, khususnya pada aspek administrasi kependudukan dan pengelolaan sampah. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pelayanan bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, mengatakan bahwa arahan evaluasi ini berasal dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra. Fokus utama diarahkan pada layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
”Pelayanan kepada masyarakat harus cepat dan tepat waktu. Kami akan mengevaluasi sistem yang sudah berjalan agar bisa memberikan kemudahan yang lebih maksimal,” ujar Jefridin, Jumat (9/5).
Ia menyoroti sistem perekaman dan pencetakan KTP yang masih terpusat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Meski 10 dari 12 kecamatan sudah memiliki alat perekaman, pencetakan tetap harus dilakukan di kantor Disdukcapil.
“Kalau memang diperlukan, sebaiknya ada pengadaan komputer dan printer di kantor kecamatan agar prosesnya bisa tuntas di satu tempat,” katanya.
Dengan fasilitas lengkap di kecamatan, masyarakat diharapkan tak perlu lagi bolak-balik ke kantor Disdukcapil. Seluruh proses dapat diselesaikan di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Selain pelayanan administrasi, Pemko Batam juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan. Saat ini, seluruh proses pengelolaan dari hulu ke hilir masih sepenuhnya ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.
Jefridin meminta DLH segera merancang sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan. “Kami minta DLH membuat formula sistem pengelolaan sampah di Kota Batam,” ujarnya.
Sistem tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam menyusun langkah strategis dan perbaikan tata kelola lingkungan kota.
Sementara itu, sejumlah warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang kian kotor akibat sampah berceceran di jalan maupun kawasan permukiman. Mereka menduga sampah tersebut berasal dari truk pengangkut yang penuh dan tidak ditutup rapat saat beroperasi.
Keluhan disampaikan warga Legenda Bali dan Legenda Malaka, yang hampir setiap hari melihat tumpukan sampah berserakan di bahu jalan hingga masuk ke perumahan.
“Setiap pagi banyak plastik sampah tercecer di depan kompleks, bahkan sampai ke jalan umum. Ini bukan dari warga, tapi dari truk sampah yang terlalu penuh dan tidak ditutup,” kata Wahyu, warga Legenda Bali.
Kondisi ini disebut sudah berlangsung beberapa pekan terakhir tanpa penanganan yang berarti. Truk-truk pengangkut yang sudah tua dan kelebihan muatan diduga sebagai penyebab utama.
Hal senada diungkapkan Ida, warga Legenda Malaka. Ia menuturkan tumpukan sampah juga terlihat di sekitar jalan menuju Punggur. “Banyak sisa sampah tercecer dan tidak dipungut kembali. Warga jadi resah dan jengkel,” ujarnya.
Warga berharap DLH segera bertindak, termasuk melakukan pengecekan terhadap armada pengangkut dan memastikan tidak membawa muatan melebihi kapasitas.
“Kalau memang kurang armada, ya ditambah. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut. Lingkungan jadi kotor, bisa sebabkan penyakit,” kata Dedi, warga lainnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Batam, Eka Surianto, menyatakan pihaknya langsung turun tangan setelah menerima laporan. “Kami sudah turunkan pengawas dan langsung bersihkan lokasi,” ujarnya.
Eka mengakui masih ada truk yang kondisinya tidak ideal. DLH akan terus mengevaluasi sistem pengangkutan dan mengimbau operator untuk memastikan muatan tidak berlebihan dan truk tertutup rapat sebelum beroperasi.
“Kami juga minta warga aktif melaporkan jika kejadian serupa terjadi. Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (***)
Reporter : ARJUNA – RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK