Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Pemerintah bakal terus mengembangkan kawasan ekonomi khusus di wilayah. Salah satu daerah yang dilirik adalah Riau yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
“Selat Malaka memiliki potensi yang sangat signifikan. Setiap tahun terdapat 94 ribu kapal yang berlalu lalang, sehingga dapat menjadi salah satu potensi yang juga perlu dikembangkan. Saat ini, pemerintah juga tengah menjajaki berbagai daerah yang memiliki keunggulan strategis untuk pengembangan oil tan-king,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (7/5).
Airlangga mengaku pemerintah pusat terbuka dengan berbagai usulan pemda. Namun, berdasarkan riwayat sebelumnya, pengembangan industri ataupun kawasan akan mampu berhasil jika terdapat anchor tenant atau industri penunjang utama terlebih dahulu. “Sehingga, kawasan industri tersebut memiliki kemungkinan berkembang dengan lebih pesat,” tuturnya.
Dengan persaingan industri yang cukup kompetitif, Airlangga juga menghimbau agar kawasan industri yang dicanangkan oleh Pemprov Riau tersebut harus menarik bagi investor. Salah satu hal menarik yang dapat menjadi keunggulan komparatif dan berdaya saing tinggi yakni basis resources yang dimiliki daerah terkait, baik industri kelapa, migas, hingga pulp and paper.
“Kita minta supaya studinya matang dan bisa betul-betul bersaing secara internasional, secara global,” katanya
Gubernur Riau, Abdul Wahid, mengusulkan Pulau Rupat yang berada di Kabupaten Bengkalis untuk dijadikan KEK. Menurut dia, dampak langsung dari industrialisasi berbasis potensi lokal adalah pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan.
Dia juga menyampaikan rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Bukit Batu, yang memiliki potensi lahan sekitar 8.000 hektare. Di sisi lain, juga menyoroti potensi Pulau Burung yang cocok dikembangkan menjadi kawasan industri berbasis kelapa, pertanian terpadu, dan halal hub.
“Jika seluruh kawasan ini berkembang, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi Riau secara luar biasa,” tutur Wahid. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG