Buka konten ini
Inter Milan menunjukkan wajah yang berbeda di hadapan FC Barcelona. Bukan lagi Inter yang keok terus dan nirgol dalam tiga laga sebelum first leg semifinal Liga Champions. Melainkan Inter yang nyaris mempermalukan Barca di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Kamis (1/5).
Nerazzurri –julukan Inter– sudah mencetak gol dalam 30 detik, bahkan unggul 2-0 pada menit ke-21, sebelum akhirnya laga berkesudahan dengan skor sama kuat 3-3. Untuk tim yang memainkan strategi parkis bus dan penguasaan bola 29 per-sen, bisa membobol gawang Barca sampai tiga kali merupakan capaian berarti bagi Lautaro Martinez dkk.
Yang tak kalah penting, Inter menggunakan kelebihan Barca sebagai senjata. Skuad besutan Simone Inzaghi memanfaatkan set pieces untuk menciptakan gol ke gawang kiper Barca Wojciech Szczesny. Di Liga Champions musim ini, Barca merupakan tim yang terbanyak mencetak gol lewat skema set pieces.
Dua dari ketiga gol Inter kemarin berawal dari speak pojok. Gol dari set pieces itu diborong wingback kanan Denzel Dumfries. “Inter dominan dan bagus dalam memanfaatkan situasi set pieces,” kata gelandang Barca Frenkie de Jong kepada Sky Sport. “Malam ini (kemarin, red) Inter menunjukkan bahwa mereka memang tim level tinggi,” imbuh pemain yang mengawali laga sebagai kapten Barca tersebut.
False nine Barca Ferran Torres telah mewanti-wanti rekan setimnya untuk tidak mengulang laga kemarin dalam second leg di kandang Inter, Stadio Giuseppe Meazza, pekan depan (7/5). “Pada akhirnya (first leg) semifinal Liga Champions malam ini (kemarin, red) harus ditentukan oleh skema bola-bola mati. Jangan biarkan kejadian ini kembali terjadi di kandang mereka pekan depan (second leg),” kata pencetak gol kedua Barca tersebut kepada Marca.
Berbicara kepada Prime Video, Simo –sapaan akrab Simone Inzaghi– mengakui memanfaatkan set pieces merupakan taktik yang dijalankan ketika Lautaro dkk sulit mengimbangi permainan terbuka Barca, tapi berharap bisa mendapatkan gol. “Kami tahu permainan Barca, kami telah mengamatinya. Kami menggunakan taktik tersebut karena taktik tersebut berkontribusi besar terhadap produktivits gol mereka musim ini,” bebernya.
Menandai dengan Capaian Messi
Meski gagal membawa FC Barcelona mengalahkan Inter Milan, wide attacker Lamine Yamal mencapai sesuatu yang penting, Kamis (1/5). Yamal melakoni laga keseratus bersama Barca di Eropa. Pemain berusia 17 tahun itu pun menandainya dengan torehan gol cantik pada menit ke-24.
Gol yang membuat namanya kembali disandingkan dengan mantan kapten-striker Barca Lionel Messi. Sebab, Yamal jadi pemain Barca pertama yang menciptakan gol dalam semifinal Liga Champions setelah kali terakhir Messi melakukannya pada 2018–2019.
Dua pandit di CBS Sports dan Paramount+, mantan striker Barca Thierry Henry dan mantan bek Liverpool FC Jamie Carragher, mengaku seperti melihat Messi bersama Barca ketika melihat permainan Yamal.
“Rasanya seperti menyaksikan Messi dalam performa terbaiknya. Di Barca, pada saat menerima bola, rasanya seluruh orang akan berhenti bergerak untuk menyaksikan apa yang akan dia lakukan. Begitu pula dengan Lamine malam ini kemarin, red),” kata Carragher.
“Senang melihatnya (Yamal) muncul. Pemain dengan prospek baru yang tampaknya kelak dapat mendominasi sepak bola,” ucap Henry.
Padahal, seperti dilansir dari Mundo Deportivo, Yamal merasa gugup dengan penampilannya kemarin. “Aku merasa ada yang aneh dengan tendanganku. Bola selalu tinggi. Beruntung, aku mampu menampilkan permainan dengan baik, khususnya bisa berkontribusi lewat gol,” tutur Yamal.
Tercatat ada dua tendangan Yamal yang menghantam mistar dan tiang gawang kiper Inter Yann Sommer. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO