Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Otoritas Jasa Keungan (OJK) turut menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak kebijakan perdagangan Amerik Serikat (AS). Seperti memperketat kualitas emiten yang akan go public. OJK menyebut, tengah mengkaji revisi kebijakan untuk initial public offering (IPO).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin ketat menyaring kualitas calon emiten untuk IPO. Keterbukaan calon emiten terhadap informasi internal sangat diperlukan untuk memastikan tidak ada mis-informasi yang terjadi. Peran lembaga dan profesi penunjang pasar modal perlu ikut memastikan tidak ada informasi yang menyesatkan dalam prospektus calon emiten.
Saat ini OJK sedang mengevaluasi dan mengkaji secara menyeluruh proses IPO saham di Indonesia. Selain aturan OJK, evaluasi juga mencakup Self Regulatory Organization (SRO). “Kami berharap kajian ini menguatkan pasar perdana dan pasar sekunder serta peningkatan kualitas dan efektivitas proses penawaran umum,” ujarnya,” Selasa (29/4).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengamini perlunya pemantauan perkembangan kebijakan tarif impor AS. Mengingat, implementasinya akan berdampak pada perdagangan global dan dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Jika itu terjadi maka memengaruhi fluktuasi pasar uang.
Dian mencatat, hingga Februari 2025 kinerja industri perbankan yang baik. Hal itu tercermin dari posisi devisa neto (PDN) di level 1,55 persen. Jauh di bawah threshold 20 persen. “Ini dapat dimaknai pelemahan nilai tukar tidak akan banyak berpengaruh secara langsung terhadap neraca bank,” kata Dian. Bank juga perlu melakukan stress test dengan berbagai skenario yang mendalam.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan, saat ini pemerintah tengah menempuh jalur negosiasi. Salah satu strategi yang dicanangkan adalah meningkatkan volume komoditas impor dari AS. “Yang diharapkan dapat membuka barang impor dari AS ke Indonesia dan juga turut menjaga daya saing ekspor Indonesia ke AS,” terang Ogi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO