Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memastikan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026 mencukupi, baik untuk tingkat SD maupun SMP. Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan, setiap tahun ada sekitar 20.000 hingga 22.000 siswa baru yang masuk SD.
“Kuota sebenarnya cukup, asalkan digabung antara sekolah negeri dan swasta,” kata Tri, Selasa (29/4).
Jumlah siswa lulusan SD yang akan masuk SMP juga diperkirakan mencapai 20.000 orang. Namun, Tri menegaskan, permasalahan kuota hanya akan muncul jika masyarakat memaksakan diri memilih sekolah negeri.
“Kalau semuanya mau masuk negeri, tentu tak akan tertampung. Tapi kalau swasta dilibatkan, tak ada masalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemko Batam selama ini memberikan insentif kepada guru-guru swasta untuk mendukung kualitas pendidikan di sekolah non-negeri. Namun, ia mengingatkan bahwa insentif tersebut akan dievaluasi jika pihak swasta tidak berkomitmen menerima siswa dari keluarga kurang mampu.
“Kalau tidak mendukung PPDB, terutama untuk siswa kurang mampu, insentif bisa dihentikan,” tegas Tri.
Untuk mendukung pelaksanaan PPDB online tahun ini, Disdik kembali menyiapkan tiga server utama, seperti tahun sebelumnya. Simulasi sistem juga akan digelar untuk memastikan kesiapan teknis.
“Servernya masih sama seperti tahun lalu, hanya aplikasinya disesuaikan,” jelas Tri.
PPDB SD dan SMP negeri akan dibuka secara terpisah agar tidak membebani sistem secara bersamaan. Pendaftaran akan dibuka melalui empat jalur: zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. Namun, skema pembagian jalur tersebut masih dalam tahap pembahasan. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK