Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Realisasi investasi kuartal pertama tahun ini menunjukkan angka yang positif. Dalam paparan di Istana Kepresidenan RI, Rabu (23/4), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut total investasi yang masuk mencapai Rp465,2 triliun.
“Angka tersebut 24,4 persen dari target tahun ini sebesar Rp1.905,6 triliun,” kata Rosan.
Dia memerinci penanaman modal asing sebesar Rp230,4 triliun atau kontribusinya 49,5 persen, sementara penanaman modal dalam negeri Rp234,8 trilun (50,5 persen). Kemudian dari sebaran, investasi di Pulau Jawa masih mendominasi dengan Rp229,3 triliun (49,3 persen), sedangkan luar Jawa secara akumulasi ada di angka Rp235,9 triliun (50,7 persen).
“Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu ada kenaikan 15,9 persen yang senilai Rp401,5 triliun. Atau naik 2,7 persen dibandingkan kuartal IV 2024 yang sebesar Rp452,8 triliun,” tuturnya.
Rosan mengklaim, meningkatnya investasi mengindikasikan kepercayaan investor terhadap Indonesia. Hal itu dipengaruhi stabilitas yang bisa diwujudkan pemerintah. “Di tengah tensi geopolitik yang meningkat, alhamdulillah kita masih bisa mencapai target investasi,” katanya.
Bagaimana dengan batalnya investasi LG untuk ekosistem baterai mobil listrik? Rosan menyebutkan, LG tidak menarik sepenuhnya investasi. Sebab dari total rencana penanaman modal sebesar USD 9,8 miliar itu terdiri dari banyak item. Mulai dari mining hingga recycle battery yang terbagi dalam beberapa joint venture.
”Bukan mundur semuanya. Paling tidak ada proyek yang sudah berjalan senilai USD1,1 miliar,” pungkasnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO