Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Presiden Prabowo Subianto mengutus mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai perwakilan Indonesia dalam pemakaman Paus Fransiskus pada Sabtu (23/4). Jokowi, rencananya hadir bersama tiga orang lainnya, yakni mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri HAM Natalius Pigai, dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono.
Penunjukan perwakilan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kemarin (23/4). Pihaknya berharap, para utusan dapat mewakili Indonesia dalam menyampaikan simpati dan belasungkawa atas berpulangnya Paus Fransiskus. ”Rencananya berangkat Kamis (hari ini) dan paling lambat Jumat (25/4),” ucapnya. Namun, Prasetyo tidak menjelaskan secara rinci mengenai penunjukan Jokowi sebagai salah satu perwakilan.
Jenazah Paus Fransiskus dibawa dari Kapel Casa Santa Marta menuju Katedral Santo Petrus dengan pengawasan para cardinal, pendeta, dan Garda Swiss. Sementara itu, Lapangan Santo Petrus disesaki para peziarah. Ada yang mengambil foto, ada pula yang bertepuk tangan sebagai tanda penghormatan. Namun, semua peziarah itu tertib dan khidmat.
”Saya datang untuk me-ngucapkan selamat tinggal terakhir kepada seorang pria hebat. Dia mewakili rakyat,” kata salah satu peziarah dari Roma Simonetta Marini kepada AFP.
Jenazah Paus akan disemayamkan di atas usungan rendah di depan altar pengakuan dosa hingga Jumat (25/4) malam waktu setempat. Pada Jumat pukul 20.00, akan diadakan upacara tutup peti. Sehari setelahnya, dihelat upacara pemakaman di Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore di Italia.
Prosesi pemakaman itu diperkirakan akan menarik ratusan ribu peziarah. Ada sejumlah pemimpin dunia yang sudah mengonfirmasi kehadirannya. Di antaranya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Pangeran William dari Inggris.
Pemilihan Paus pengganti tetap berjalan. Konklaf kepausan akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Sebanyak 120 orang dari berbagai penjuru dunia akan berada dalam satu ruangan terkunci tanpa alat komunikasi dan surat kabar. Mereka akan berdiskusi hingga asap putih mengepul tanda pengganti Paus Fransiskus sudah disepakati.
Surat kabar The Guardian merangkum siapa saja yang berpotensi menggantikan Paus Fransiskus. Pertama adalah Pietro Parolin yang telah menjabat sebagai menteri luar negeri Vatikan sejak 2013. Parolin dekat dengan Fransiskus. Dia dianggap sebagai wakil kepausan yang dapat diandalkan dan dipercaya oleh para diplomat sekuler.
Selain itu, ada nama Luis Antonio Tagle dari Filipina. Tagle, mantan uskup agung Manila, akan menjadi paus Asia pertama jika terpilih. Filipina adalah wilayah dengan populasi Katolik yang tumbuh paling cepat.
Selanjutnya, Peter Kodwo Appiah Turkson dari Ghana. Turkson akan menjadi Paus kulit hitam pertama jika terpilih. Nama Matteo Zuppi yang pernah menjadi utusan perdamaian dari Vatikan untuk Ukraina juga digadang jadi penerus Paus. Dia ditetapkan sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus pada 2019. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG