Buka konten ini
BATUAMPAR (BP) – Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kota Batam periode 2025–2030 berlangsung meriah di Pacific Palace Hotel, Rabu (23/4). Acara ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan kepengurusan, tetapi juga menampilkan nuansa kebinekaan melalui balutan busana adat dari berbagai daerah Nusantara.
Seluruh pengurus, panitia, dan anggota hadir dengan mengenakan pakaian adat khas dari Sabang hingga Merauke, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan utama sektor pariwisata nasional.
Ketua terpilih DPC HPI Kota Batam, Lazuardi Pare, yang dilantik berdasarkan hasil Musyawarah Cabang pada 17 Feb-ruari 2025, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara. Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) sebagai garda terdepan pariwisata.
“Kami ingin menjadikan DPC HPI Batam sebagai ujung tombak pariwisata daerah. Himpunan ini harus kuat secara kelembagaan dan menjadi mitra strategis pemerintah dan legislatif dalam menyusun kebijakan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Lazuardi.
Salah satu program awal yang akan ditindaklanjuti, menurutnya, adalah mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata. Saat ini, satu-satunya daerah yang telah memiliki Perda Pariwisata adalah Bali.
“Di Batam baru ada perwako, karenanya kami mendorong adanya Perda agar sektor pariwisata memiliki payung hukum yang lebih kuat,” ujarnya.
Pelantikan ini juga dirangkai dengan kegiatan halalbihalal serta deklarasi kesiapan me-nyambut Musyawarah Nasional (Munas) HPI yang direncanakan akan digelar di Batam.
Ketua DPD HPI Kepulauan Riau, Segara Arif Laksamana, berharap kepengurusan baru mampu membentuk tim yang solid dan adaptif terhadap dinamika industri. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan para pemangku kepentingan.
“Di tengah tantangan seperti persaingan usaha dan isu kepercayaan, kita harus memperkuat SDM, menjaga etika profesi, dan menjadi mitra terpercaya pemerintah,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik dorongan HPI untuk pembentukan Perda Pariwisata. Ia menilai HPI memiliki peran penting dalam pengembangan sektor ini.
“HPI merupakan ujung tombak pariwisata. Kami mendukung adanya perda, meskipun proses menuju ke sana membutuhkan kajian dan kesiapan,” ujar Ardi.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pemandu wisata. Menurutnya, seorang pramuwisata harus menguasai pengetahuan lokal, keterampilan komunikasi, serta memiliki sikap profesional.
“Pemandu wisata bukan hanya tahu destinasi, tapi harus mampu menyampaikan cerita dengan makna. Harus punya pengetahuan, keterampilan, dan sikap (knowledge, skill, attitude),” ucapnya.
Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi HPI sebagai pilar penting industri pariwisata, sekaligus menegaskan peran Batam sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK