Buka konten ini

KUNDUR (BP) – Salah satu kawasan permukiman di RT 001/RW 015, Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur, mengeluhkan beberapa kali kebanjiran.
Penyebab utamanya saluran drainase yang tidak mampu menahan debit air kiriman, termasuk sampah.
Ketua RT 015, Eddy, yang dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (23/4), mengatakan bahwa banjir yang merendam rumah warga di wilayah tersebut sudah beberapa kali terjadi.
”Ada 10 rumah warga yang terdampak banjir setiap hujan deras. Saluran drainase yang melalui wilayah ini merupakan tumpuan dari tempat lain. Artinya, pembuangan yang berasal dari Simpang Urung dan termasuk pembuangan dari rumah sakit juga melalui drainase ini,” jelasnya.
Debit air yang besar dari hulu, tambah Eddy, membuat drainase di RT 001/RW 015 tidak mampu menahan air.
Ditambah lagi, muara atau ujung saluran pembuangan yang kecil, menyebabkan air meluap ke jalan. Selain itu, yang mengalir melalui drainase ini bukan hanya air, tetapi juga sampah botol, kaleng, dan sampah lainnya.
”Drainase yang ada saat ini sudah lama, sehingga bagian bawahnya penuh tanah yang menjadi tempat tumbuhnya rumput. Rumput ini menjadi penyebab banjir karena dapat menyangkutkan sampah-sampah yang terbawa air, menghambat aliran air. Ditambah lagi, keluarnya air dari ujung drainase yang kecil menyebabkan banjir semakin parah,” ungkapnya.
Warga masyarakat berharap agar masalah drainase ini bisa segera diatasi. Mereka sudah sering melakukan gotong-royong, namun setelah beberapa saat, ketika hujan deras kembali turun, banjir tetap terjadi. Salah satu solusi yang diajukan adalah dengan memasang batu berbentuk huruf U. Dengan batu ini, rumput di dalam drainase tidak akan tumbuh, sehingga aliran air bisa lancar.
Hal senada disampaikan warga lainnya, M. Asyura, yang mengatakan bahwa kejadian banjir ini sudah pernah disampaikan kepada pemerintah kabupaten.
”Permukiman warga yang mengalami banjir akibat drainase yang tidak lagi mampu menahan debit air sudah pernah kami laporkan ke pemerintah. Kami berharap ada solusi, minimal dengan memasang batu berbentuk huruf U,” terangnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI