Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Lonjakan harga emas di pasar global dan domestik belum menunjukkan perlambatan. Banderol logam mulia sempat dibuka dengan USD 3.450 per troy ounce, Selasa (22/4). Itu berarti kenaikan ke level USD 3.500 bisa datang lebih cepat.
Sedangkan domestik, emas Antam tembus di atas Rp2 juta per gram. Tepatnya dibanderol Rp2.016.000 yang naik Rp36.000 dibanding sehari sebelumnya.
Analisis Dupoin Indonesia Andy Nugraha menyampaikan, kombinasi candlestick yang terbentuk serta posisi indikator Moving Average menunjukkan tren bullish yang semakin solid pada XAUUSD. “Tekanan beli yang kuat masih mendominasi pasar. Jika tren ini berlanjut, maka proyeksi harga emas berpeluang menyentuh target psikologis berikutnya di level USD 3.500,” tuturnya, Selasa (22/4).
Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar. Reaksi terhadap komentar kontroversial dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai bank sentral AS makin negatif. Investor takut independensi Federal Reserve (The Fed) terganggu.
Permintaan bullion meningkat tajam seiring meningkatnya ketidakpercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed, yang dinilai terlalu berhati-hati dalam merespons tantangan ekonomi saat ini. “Potensi koreksi teknikal masih ada. Jika harga gagal mempertahankan maka penurunan wajar berpotensi mengarah ke area support terdekat di USD 3.374,” imbuhnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO