Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Indonesia dan Denmark memperkuat kemitraan strategis di sektor energi dengan menandatangani pembaruan kerja sama yang telah berjalan sejak 2015. Langkah itu menandai satu dekade kolaborasi konkret di bidang energi terbarukan dan efisiensi energi, sekaligus membuka peluang baru untuk pengembangan teknologi hijau di masa depan.
Dalam pertemuan bilateral kedua pihak, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen sepakat memperluas ruang lingkup kerja sama melalui penandatanganan Protokol Perubahan dan tiga Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara pelaku usaha kedua negara.
Adapun MSP yang ditandatangani, pertama, PLN Indonesia Power dan Vestas tentang kerja sama studi bersama untuk menjajaki potensi peluang pengembangan dalam memenuhi permintaan listrik hijau di RI. Kedua, PLN Nusantara Power dan Vestas yang mengadakan studi bersama menjajaki potensi pengembangan proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Ketiga, PLN Indonesia Power dan Saltfoss Energy tentang pengembangan nuklir di Indonesia.
“Penandatanganan MSP ini merupakan bagian perpanjangan apa yang telah dilakukan 10 tahun yang lalu. Dan, kami sangat mengapresiasi selama kurang lebih 10 tahun pemerintah Indonesia dan Denmark telah melakukan banyak hal dalam melakukan kerjasama khususnya pengembangan energi dan lebih khusus lagi energi baru dan terbarukan,’’ ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (22/4).
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyebutkan, kerja sama Indonesia dan Denmark akan menjadi contoh bagaimana peningkatan EBT dapat berjalan seiring dengan penguatan kemandirian dan ketahanan energi. “MSP antara pelaku sektor swasta dari kedua negara, tidak hanya menjadi langkah signifikan menuju transisi energi Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Denmark dalam transisi hijau,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO