Buka konten ini
KARIMUN (BP) – Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti di Karimun kembali memakan korban. Dalam dua hari berturut-turut, dua pasien meninggal dunia. Pada Minggu (20/4), seorang anak berusia 9 tahun, dan pada Senin (21/4), seorang anak berusia 15 tahun juga meninggal.
Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Dedi Abrianto, yang dikonfirmasi Batam Pos pada Selasa (22/4), membenarkan bahwa salah seorang pasien DBD meninggal dunia saat sedang dalam perawatan. ”Benar, ada satu pasien laki-laki yang dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.06 WIB,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr Dedi menjelaskan bahwa sebelum meninggal, kondisi pasien mengalami penurunan atau memburuk. Pasien terpaksa menjalani transfusi darah. Pasien yang meninggal ini dirawat di RSUD Muhammad Sani sejak Sabtu (19/4) malam dan meninggal dunia pada Senin malam.
Artinya, pasien hanya mendapatkan perawatan selama tiga malam. Saat ini, masih ada dua pasien DBD yang sedang dirawat, yaitu seorang anak dari Kecamatan Kundur dan seorang dewasa dari Kecamatan Karimun, dengan kondisi keduanya stabil.
”Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap anggota keluarganya. Jika ada yang demam, segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit. Hal ini untuk mendeteksi penyakit yang sedang dialami dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dengan cara memberantas sarang nyamuk,” ungkap Dedi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi, yang dikonfirmasi secara terpisah, menyebutkan bahwa berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit, kondisi pasien yang diterima memang sudah memburuk. ”Ya, ada satu lagi pasien DBD yang meninggal dunia dari Kecamatan Tebing. Dengan demikian, sudah ada dua pasien DBD di Karimun yang meninggal dunia dalam dua hari berturut-turut. Kami tentunya berharap tidak ada lagi masyarakat yang meninggal dunia akibat DBD,” paparnya.
Pencegahan penyebaran DBD, kata Rachmadi, tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah daerah saja, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat. Caranya, dengan melaksanakan gotong royong di lingkungan pemukiman untuk memberantas sarang nyamuk Aedes aegypti. Selain itu, jangan anggap sepele jika mengalami demam. (*)
Reporter: Sandi Pramosinto, Tri Haryono
Editor : ANDRIANI