Buka konten ini
VATIKAN (BP) – Paus Fransiskus meninggal karena stroke, bukan pneumonia seperti yang dideritanya selama ini. Untuk penggantinya, konklaf atau sistem pemilihan untuk memilih pemimpin baru umat Katolik sedunia akan dilaksanakan segera.
Dilansir dari Vatican News, Direktur Direktoran Kesehatan dan Kebersihan Negara Vatikan Andrea Arcangeli telah mengeluarkan sertifikat resmi kematian Paus Fransiskus. Dinyatakan bahwa paus asal Argentina itu meninggal karena stroke, lalu diikuti koma dan kolaps kardiosirkulasi ireversibel.
Paus yang terlahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936 dengan nama Jorge Mario Bergoglio itu memiliki riwayat gagal napas akut. Penyebabnya, pneumonia bilateral multimikroba, bronkiektasis multipel, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe II.
Mengutip The Guardian, Italia menetapkan lima hari berkabung pasca kematian Paus Fransiskus. Masa berkabung berlangsung hingga Sabtu (26/4) mendatang atau tepat di hari pemakaman.
Prosesi pemakaman Paus Fransiskus akan diadakan di Basilika Santo Petrus. Misa akan mulai pada Sabtu pukul 10.00 waktu setempat dan rencananya dipimpin Kardinal Giovanni Battista Re.
Pukul 09.00 pagi ini (23/4) waktu setempat, peti jenazah Paus Fransiskus akan dibawa ke Basilika Santo Petrus. Masyarakat diperkenankan memberikan penghormatan terakhir.
Untuk Paus pengganti, akan dipilih oleh Dewan Kardinal yang bakal berangkat ke Vatikan dalam beberapa hari ke depan untuk mengikuti konklaf. Ada lebih dari 250 kardinal dari lebih dari 90 negara, tetapi hanya sekitar 135 yang merupakan kardinal elektor atau punya hak suara.
Para kardinal berkumpul biasanya 15 sampai 20 hari setelah kematian Paus. Kapel Sistina menjadi tempat dilangsungkannya konklaf.
Kepergian Paus Fransiskus menimbulkan duka mendalam bagi umat Katolik seluruh dunia. Tadi malam, sebanyak 700 umat Katolik di Surabaya mengikuti Misa Requiem atau Misa Kedukaan mendoakan mendiang Paus. Dipimpin langsung Uskup Surabaya Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo, misa tersebut berjalan khidmat di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus.
“Sebenarnya ini misa Paskah, namun memang kami masukkan sesi untuk mendoakan Paus Fransiskus,” ucap Monsinyur Didik, sapaan akrab Agustinus Tri Budi.
Misa tersebut juga dihadiri umat lintas agama dan organisasi keagamaan lain. Monsinyur Didik mengapresiasi kunjungan mereka dalam berbagi rasa kebersamaan. “Semoga kita menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan melepas sekat-sekat ego sektoral,” ucapnya.
Koordinator Gusdurian Surabaya Sumriyah yang turut hadir menyampaikan belasungkawa mendalam. “Paus Fransiskus tokoh penting dan memberikan dampak buat Indonesia di bidang kemanusiaan dan keadilan sosial,” jawabnya.
Sebanyak 50 orang dari organisasi keagamaan dan toleransi juga memberikan tribut dalam lingkaran kecil. Mereka membacakan rasa terima kasih atas peran Paus Fransiskus selama ini. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG