Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Baru empat hari sebelumnya (16/4) terjadi kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang, ruas tol Ngawi kembali menelan korban, Minggu (20/4). Toyota Innova bernopol AG 1703 CD ringsek setelah menabrak truk yang melaju searah di depannya di KM 587.200/B.
Dua orang penumpang penumpang mengalami luka ringan. Kecelakaan maut empat hari sebelumnya di ruas tol yang sama melibatkan Toyota Avanza dan truk Fuso.
Di tol yang sama pula pada 27 Maret lalu terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan. Akibatnya, tujuh orang terluka.
Pada mudik Lebaran lalu, Polda Jatim menetapkan ruas tersebut sebagai jalur rawan kecelakaan. Direktur PT JNK (Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Arie Irianto menyebutkan, tidak ada masalah terkait kondisi ruas tol Ngawi-Kertosono. Jalan aman dilewati.
Arie menyebut sebagian besar kecelakaan karena faktor human error. “Sebagian besar pengendara yang kecelakaan mengantuk. Ini karena ruas Ngawi-Kertosono jadi titik lelah pengendara,” kata Arie dalam keterangannya, Minggu (20/4).
Baik dari arah Jakarta maupun Surabaya, lanjut Arie, ruas Kertosono-Ngawi hampir berada di titik tengah. Itu memicu kemungkinan pengen-dara mengalami kelelahan yang berbuntut kecelakaan.
Dalam kecelakaan kemarin, berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos (grup Batam Pos), Innova melaju dengan kecepatan 120 km/jam di lajur 2 dari arah timur ke barat. Sesampainya di titik tabrakan pada pukul 07.04, mobil menabrak truk bos di lajur 1 di depannya.
Mobil tersebut kemudian oleng ke kanan dan menabrak median tengah. Posisi akhirnya berhenti di lajur 2 menghadap ke timur. Adapun truknya tetap melanjutkan perjalanan.
Dua korban luka adalah Ahmad Khuwarizmiy, 38; dan dan Amiroh, 26, dari Pondok Pesantren Lirboyo, yang hendak hajatan ke Demak. Mobil tersebut disopiri Hafizh Shidiq, 21.
Dalam keterangannya, Hafizh mengaku tidak mengantuk. Tapi, dia kaget ketika tiba-tiba ada kendaraan yang menyalip.
Dua korban di dalam Innova mengalami luka ringan. Keduanya dibawa ambulans ke Rumah Sakit Widodo, Ngawi. Setelah selesai penanganan dan lajur aman, pada pukul 08.38 WIB lalu lintas kembali normal.
Faktor Angin
Dengan kondisi tersebut, Jasa Marga telah memperbanyak imbauan pada pengendara. Mereka diingatkan untuk beristirahat. Sebab, ruas Ngawi-Kertosono kondisi jalurnya cenderung lurus dan sepi.
Itu memungkinkan pengendara memacu kecepatan kendaraan dalam kecepatan tinggi tanpa disadari. Arie juga mengingatkan pengen-dara mewaspadai kondisi angin di sekitar ruas tol tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO