Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Gerai Matahari yang ada di Tanjungpinang City Center (TCC) dilaporkan akan menutup operasionalnya, tertanggal 1 Mei 2025 mendatang. Matahari Mall TCC tersebut diketahui sudah ada di Kota Gurindam sejak Mei 2016 atau sejak sembilan tahun yang lalu.
Pengumuman penutupan Matahari TCC tersebut menjadi kabar pilu, bagi karyawan maupun warga Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Terlebih, Matahari TCC dinilai termasuk tempat produk ritel fashion berkualitas.
Penutupan ini tidak hanya berdampak pada pelanggan, namun juga pada nasib para karyawan yang selama ini memang menggantungkan hidup mereka dari gerai tersebut. Bahkan, karyawan menilai, Matahari bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang tumbuh yang penuh kehangatan.
”Saya merasa sangat nyaman berada di lingkungan ini. Teman-teman (karyawan lain) di sini luar biasa, penuh semangat dan saling mendukung,” kata Tania, seorang karyawan Matahari yang sudah mengabdi selama lebih kurang dua tahun, Minggu (20/4).
Tania menganggap, bahwa Matahari tidak hanya tempat ia mencari nafkah saja. Melainkan, tempat rumah keduanya yang penuh dengan kehangatan. Terlebih, manajemen sangat rutin mengadakan kegiatan internal, guna mempererat solidaritas tim.
Kendati demikian, Tania dan para karyawan Matahari TCC lainnya masih menanti kejelasan dari manajemen, soal nasib mereka jika gerai ritel tersebut ditutup. ”Kita masih menunggu arahan resmi soal nasib kami berikutnya,” sebutnya.
Sementara menurut karyawan lainnya, Pia menyatakan tidak mengetahui secara pasti penyebab gerai Matahari TCC yang sudah beroperasi selama sembilan tahun akan tutup. Sejauh ini, kata dia belum ada penjelasan resmi yang diberikan oleh pihak manajemen.
”Pak Manajer baru saja pergi ke Batam dan saat ini tidak berada di lokasi,” sebutnya.
Saat ini, kata dia seluruh karyawan sudah mengetahui kabar tersebut. Semua karyawan, kata dia mempertanyakan nasib mereka, ketika gerai Matahari TCC resmi ditutup. ”Semuanya sudah tahu, dan sudah pada sedih semua,” tambahnya.
Informasi penutupan operasional yang ditempel di papan pengumuman Matahari TCC juga membuat kaget para pengunjung. Juan, seorang pengunjung Mall TCC mengakui bahwa saat ini Matahari merupakan tempat langganan dirinya dan keluarga dalam membeli pakaian. ”Saya memang sering berbelanja di sini, secara pribadi cukup kecewa karena saya dan keluarga sering ke sini,” sebutnya.
Tak hanya itu, Juan juga sempat berbincang dengan salah satu karyawan dan mendengar kabar bahwa seluruh karyawan akan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
”Tadi sempat berbincang sih sama karyawan di kasir, saya tanya apakah ada PHK mereka bilang semuanya di PHK,” pungkasnya.
Alasan Tutup Gerai di TCC
Penutupan gerai Matahari itu berdasarkan perintah dari Manajemen Matahari pusat di Jakarta.
Manajer Operasional Matahari TCC, Mentivia Susendra, mengatakan bahwa Gerai Matahari di TCC dipastikan terakhir beroperasi pada 30 April mendatang. Pemberhentian operasional tersebut berdasarkan keputusan dari manajemen pusat di Jakarta.
”Karena ada keputusan dari manajemen di Jakarta dan akan kita ikuti. Kita terakhir operasional tanggal 30 April mendatang,” kata Mentivia, Minggu (20/4).
Sementara untuk nasib karyawan, kata dia, pihaknya akan mengatur sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga tidak mengetahui secara pasti, apakah 30 karyawan yang ada saat ini akan dilakukan PHK atau tidak. Sebab, saat ini memang belum ada keputusan dari manajemen pusat soal nasib puluhan karyawan Matahari TCC Tanjungpinang tersebut. ”Untuk dipindahkan ke (gerai) Batam tergantung dari mana-jemen pusat. Yang jelas saat ini belum ada keputusan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kepri, Aries Fhariandi, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan manajemen Matahari TCC. Dalam pertemuan tersebut, Disperindag berharap Matahari tetap bertahan membuka gerai di TCC.
Kendati demikian, kehendak tersebut memang tidak bisa dipaksakan. Terlebih, penutupan gerai Matahari di Mall TCC Tanjungpinang tersebut murni keputusan dari manajemen Matahari pusat.
”Ya kita harap lebih baik bertahan. Namun, ini adalah keputusan dari Matahari pusat dan tidak hanya di Tanjungpinang saja, ada juga di Medan,” sebutnya. (*)
Reporter: MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI