Buka konten ini
Pasangan suami-istri, Bokiyanto dan Indrawati, menggelar pesta ulang tahun dua hari dua malam yang menghabiskan biaya Rp50 juta untuk ketiga kucing kampung mereka: Cipak,Cipung, dan Ciko. Bagian dari memenuhi nazar saat keduanya menemukan ketiganya dibuang di depan rumah.
SUNAT dirayakan, ulang tahun juga dipestakan. Tak semua buyung bisa seberuntung Cipak, Cipung, dan Ciko.
Ketiganya memang bukan sembarang buyung. Atau lebih persisnya: ketiganya meong. Tiga kucing yang hidup dalam kemurahan kasih sayang sang induk semang: pasangan suami istri (pasutri) Bokiyanto, 43, dan Indrawati, 49.
Dua hari dua malam pada Sabtu (12/4) sampai Minggu (13/4), pasutri asal Desa Kluncing, Kecamatan Licin,
Banyuwangi, Jawa Timur, itu menggelar pesta ulang tahun (ultah) untuk ketiga ”buah hati” mereka tersebut. Jawa Pos Radar Banyuwangi (grup Batam Pos) melaporkan, ketiganya diarak keliling kampung dengan mengendarai becak hias.
Tiga ekor kucing yang masing-masing memiliki berat 12 kilogram itu tampak duduk anteng di dalam kandang masing-masing saat prosesi arak-arakan berlangsung. Kemeriahan itu, kata sang pemilik yang sudah menganggap ketiga kucing tersebut, sebagai anak kandung, bagian dari nazar.
Indrawati menceritakan, saat menemukan ketiga kucing tersebut ketika masih kecil di depan rumah pada Oktober 2022, dia langsung bernazar, kalau ketiganya kucing laki-laki, semua akan disunatkan dan dirayakan ulang tahunnya. Ketiga meong tersebut dibuang entah oleh siapa di depan rumah.
Awalnya, ibu satu anak itu sempat mengira ketiga kucing cilik tersebut anak tikus. Sebab, wujud mereka masih bayi merah.
Bokiyanto bahkan sempat marah karena ada orang yang tega membuang mereka.
Namun, sang istri justru senang. Akhirnya ketiga kucing tersebut diberi susu, bubur, dan dirawat hingga besar.
”Istri saya yang telaten merawat. Saya sempat tidak yakin bakal hidup karena masih bayi merah,” jelas ayah Kharisma, seorang remaja putri berusia 15 tahun itu.
Wujud cinta Indrawati kepada tiga ekor kucingnya tidak main-main. Setiap bulan, dia membeli pakaian untuk ketiganya. Setiap malam, Cipak, Cipung, dan Ciko juga tidur bersamanya. Dia menganggap mereka anak kedua, ketiga, dan keempatnya.
Nazar pertama sudah dijalankan Bokiyanto-Indrawati pada 2023. Mereka menggelar pesta meriah untuk sunatan ketiganya. Ketika itu diramaikan tontonan seperti jaranan dan hiburan musik elekton disertai deretan penyanyi. Para tetangga satu kampung diundang semua, layaknya hajatan pada umumnya.
Dua tahun berselang, pada akhir pekan kemarin, giliran nazar kedua dituntaskan untuk merayakan ultah Cipak, Cipung, dan Ciko. Tak tanggung-tanggung, uang sebanyak Rp50 juta dihabiskan untuk keperluan tersebut.
Orkes dangdut dengan 12 penyanyi didatangkan. Dihelat pula pergelaran kuda lumping. ”Acaranya arak-arakan, dangdut, orkes. Karena saya sayang sekali dengan ketiga kucing ini,” terang Indrawati kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Dia berharap, pesta ulang tahun ketiga kucingnya tersebut bisa memberikan manfaat bagi desa dan para tetangga.
”Harapan saya, desa saya juga maju, tetangga dapat pemasukan dengan berdagang kecil-kecilan. Semoga tahun depan ada rejeki bisa menggelar pesta ulang tahun lagi,” ujarnya.
Cipak, Cipung, dan Ciko mungkin saja girang mendengar rencana ”sang ibu” tersebut. Meski kegembiraan itu tak bisa mereka sampaikan dengan kata-kata… (***)
Reporter : BAGUS RIO
Editor : RYAN AGUNG