Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Merespons dinamika dalam kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat (AS), pemerintah menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memimpin delegasi ke AS bersama beberapa pimpinan kementerian dan lembaga yang terkait langsung dengan isu dan kebijakan Tarif Resiprokal AS. Kunjungan rencananya akan dilakukan pada 16-23 April 2025.
Delegasi Indonesia ditargetkan bertemu dengan empat pejabat utama AS yang terkait dengan isu dan kebijakan tarif antara lain Secretary of State AS, United States Trade Representative (USTR), Secretary of Commerce AS, serta Secretary of Treasury AS. Juga dengan berbagai asosiasi usaha, lembaga, dan pihak swasta serta pihak lain di AS.
Airlangga menjelaskan, kunjungan Indonesia mendapatkan apresiasi dan respons positif dari pihak AS. Indonesia termasuk salah satu negara yang diterima lebih awal oleh Pemerintah AS untuk membahas kerja sama ekonomi bilateral RI-AS dalam mewujudkan perdagangan yang adil dan berimbang,’’ ujarnya, melalui press conference yang diadakan secara virtual, Jumat (18/4).
Memulai pertemuan dan negosiasi dengan pihak AS di hari pertama, Menko Airlangga dan Delegasi RI pada hari Kamis lalu (17/4) bertemu secara langsung dengan Ambassador Jamieson Greer dari USTR dan Howard Lutnick sebagai Secre-tary of Commerce AS, serta dua Menteri AS yang bertanggung jawab menangani kebijakan tarif.
Dalam pertemuan itu, peme-rintah menyampaikan tawaran dan permintaan kepada Peme-rintah AS untuk mencapai perdagangan yang adil dan berimbang antara lain membahas peningkatan pembeli-an energi, produk pertanian, dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta mengoptimalkan kerja sama terkait critical minerals.
Selain itu, pertemuan juga membahas pemberian insentif dan fasilitas bagi perusahaan AS dan Indonesia untuk mendorong investasi, upaya memperlancar prosedur dan proses impor produk AS ke Indonesia, serta beberapa investasi strate-gis di AS maupun di Indonesia.
Menurut Airlangga, pemerin-tah RI juga menekankan pen-tingnya penetapan tarif yang lebih rendah dari negara kompe-titor untuk produk ekspor utama yang tidak akan bersaing dengan industri dalam negeri di AS.
Dari pertemuan tersebut, pihak AS merespons sangat positif penawaran dan permintaan Indonesia, dan bersedia untuk menindaklanjuti segera pada level teknis, dengan segera memulai negosiasi di tingkat teknis dengan target menyelesai-kan kerangka perjanjian dalam 60 hari,’’ beber Airlangga.
Dalam kurun waktu tersebut, akan dijajaki kerangka kerja sama bilateral dalam bentuk Strategic Economic Partnership yang antara lain meliputi kemitraan perdagangan dan inves-tasi, kemitraan terkait critical minerals, dan kemitraan koridor supply chain. (*)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny