Buka konten ini
BATAM (BP) – Dalam suasana hati yang masih terluka, Nelma Yanti, istri dari Hafiz Rinanda, 29, pegawai P3K Dinas Bina Warga atau Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam yang digorok rekan kerjanya, Faras Kausar, 26, Senin (14/4), menguatkan hati untuk angkat bicara.
Melalui akun Instagram-nya, wanita yang meminta disapa Nelle ini mengungkapkan dan menegaskan sikapnya, bahwa ia tak terima suaminya dibunuh dan difitnah. Nelle juga menegaskan bahwa tuduhan pelaku bahwa suaminya digorok karena sering merundung dan memaki pelaku, sangat tidak benar.
”Saya ingin mengklarifikasi sedikit dari pihak korban, korban tidak pernah merundung atau pun memaki pelaku selama 4 tahun ini sebagaimana berita yang beredar,” tegasnya, Rabu (26/4).
Faktanya, kata Nelle, pelaku dan korban masih keluarga, tidak ada cekcok yang terjadi sebelumnya.
”Senin siang itu, korban memanggil pelaku untuk mengu-capkan mohon maaf lahir dan batin.”
Namun, ternyata pelaku (Faras) malah menggorok korban dengan pisau yang dibeli di swalayan di kawasan Tiban Center. Bagi Nelle, pengakuan pelaku sering dirundung korban, adalah bentuk pembelaan diri dari pelaku.
Nelle berharap, media bijak memberitakan kematian suaminya. ”Tidaklah semua berita yang muncul di medsos itu valid…,” ujar Nelle.
Di story Instagram-nya yang diberi label: Info Penting, Nelle juga memposting penjelasan saudara korban lainnya tentang siapa sebenarnya pelaku. Melalui akun Instagram Batam Pos, sahabat korban juga menjelaskan cukup panjang tentang korban dan pelaku. ”Beliau HR (Hafiz/korban) orang yang baik, sopan, dan tidak banyak neko-neko. Apakah anda sudah menanyakan saksi bahwa anda bisa membuat narasi seperti ini? Saya telah menerima kabar dari keluarga bersangkutan bahwa pelaku (FK) tidak bisa diatur sama keluarganya dan memblokir nomor orangtuanya,” urainya.
Ia juga menambahkan bahwa sudah dua tahun pelaku tidak pulang ke kampungnya. ”Dilihat dari kabar tersebut bahwa orangtua pelaku (FK) meminta tolong ke korban (HR) untuk menasehati si pelaku (FK). Dan untuk netizen yang baik, jangan terpengaruh dengan narasi ini dan jangan membenarkan tindakan pembunuhan adalah hal yang wajar, kebanyakan dari kita sudah terdoktrin oleh kutipan-kutipan yang mengarahkan orang menjadi psikopat contohnya ”ORANG JAHAT ADALAH ORANG BAIK YANG TERSAKITI” ini adalah kutipan orang psikopat. Saya selaku sahabat dekat korban meminta tolong di-up ya teman-teman. Terima kasih.”
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan pemeriksaan atas motif pembunuhan yang dilakukan. Isu beredar bahwa korban sering kali melakukan perundungan terhadp pelaku. Tetapi hal ini dibantah oleh istri korban. (*)
Reporter : Muhammad Nur
Editor : RYAN AGUNG