Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam terus mematangkan persiapan pemberangkatan jemaah haji. Tahun ini, jemaah calon haji (JCH) asal Batam akan tergabung dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 1, kloter 2, dan kloter 17. Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Batam, Syahbudi, mengatakan, kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 2 Mei 2025. Sebelumnya, para jemaah akan masuk Asra-ma Haji Batam pada 1 Mei.
“Jemaah kloter 1 akan terbang dari Bandara Hang Nadim menuju Madinah pukul 07.00 WIB dan diperkirakan tiba pukul 12.25 waktu Arab Saudi. Mereka akan kembali ke Tanah Air pada 12 Juni pukul 21.45 WIB,” jelas Syahbudi, Rabu (16/4).
Tahun ini, total jemaah haji asal Batam sebanyak 729 orang. Mereka dibagi ke dalam tiga kloter: kloter 1 sebanyak 96 jemaah, kloter 2 sebanyak 229 jemaah, dan kloter 17 sebanyak 404 jemaah.
Pembagian kloter disesuaikan dengan sistem Embarkasi Batam yang juga melayani jemaah dari kabupaten/kota lain di Kepri.
“Kloter 1 Batam akan bergabung dengan jemaah dari Tanjungpinang dan Karimun. Kloter 2 bersama jemaah dari Lingga, Anambas, Natuna, dan Bintan. Sementara kloter 17 merupakan gabungan jemaah Batam dengan kabupaten/kota lainnya di Kepri,” terang Syahbudi.
Karena berstatus sebagai embarkasi, Batam juga mendapat tanggung jawab mengisi kekurangan kuota dari daerah lain. Oleh sebab itu, jemaah Batam tidak berada dalam satu kloter penuh.
“Intinya, jemaah harus siap berangkat dalam kloter mana pun. Jangan sampai menunda keberangkatan, karena sudah menunggu bertahun-tahun dan menyiapkan biaya yang tidak sedikit,” tegasnya.
Untuk persiapan kesehatan, Kemenag telah menjadwalkan vaksinasi meningitis dan polio bagi seluruh jemaah, khususnya kloter-kloter awal. Vaksinasi dilakukan di seluruh puskesmas yang tersebar di Batam.
“Sudah dimulai untuk kloter awal. Kami imbau jemaah jaga kondisi kesehatan karena waktu keberangkatan tinggal hitungan hari,” ujar Syahbudi.
Sementara itu, perlengkapan haji seperti koper masih dalam proses pengiriman dan akan langsung didistribusikan ke jemaah jika sudah tiba.
Kegiatan manasik haji tingkat kecamatan juga telah dijadwalkan. Kegiatan ini dibagi dalam enam titik lokasi. Kecamatan Sekupang dan Belakangpadang di Masjid Baiturrahman, Kecamatan Bengkong di Masjid Putra Kelana Jaya; Kecamatan Batam Kota dan Nongsa di Masjid Baitul Dakwah; Kecamatan Lubuk Baja dan Batu Ampar di Masjid Jami’ Baloi; Kecamatan Batu Aji dan Sungai Beduk di Masjid Darussalam; Kecamatan Sagulung, Bulang, dan Galang di Masjid Darul Gufron.
“Kami terus berkoordinasi agar seluruh proses berjalan lancar. Mohon doa dari masya-rakat Batam agar jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji,” tutup Syahbudi.
Pelunasan Ditutup 17 April, Kemenag Imbau Administrasi Dituntaskan
Menjelang penutupan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahap kedua, sebanyak 151 calon jemaah haji asal Kota Batam belum menye-lesaikan pembayaran. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam mengingatkan agar jemaah segera menuntaskan kewajiban tersebut.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Batam, Syahbudi, mengatakan pelunasan tahap kedua dibuka sejak 24 Maret dan akan ditutup pada Rabu, 17 April 2025 pukul 15.00 WIB.
“Total kuota pelunasan tahap kedua untuk Batam sebanyak 293 orang. Hingga Senin (15/4), baru 142 jemaah yang melunasi,” ujar Syahbudi, Rabu (16/4).
Pelunasan tahap kedua dipe-runtukkan bagi beberapa kategori jemaah reguler. Di antaranya adalah jemaah yang gagal sistem pada tahap pertama, pendamping lansia, penggabungan mahram (suami-istri, orang tua-anak, atau saudara kandung), pendamping jemaah disabilitas, dan jemaah cadangan.
“Dari total tersebut, 11 jemaah masuk kategori gagal sistem, 28 sebagai pendamping, dan 254 jemaah lainnya merupakan calon haji cadangan,” jelasnya.
Bagi jemaah cadangan, Syahbudi menekankan pentingnya memahami prosedur. Selain lolos istitaah (kemampuan kesehatan), jemaah harus melapor ke Kemenag untuk membuka blokir data di sistem Siskohat, serta menandata-ngani surat pernyataan bersedia berangkat jika mendapat kuota.
“Setelah pelunasan, jemaah wajib menyerahkan bukti pelu-nasan ke Kantor Kemenag agar proses selanjutnya bisa berjalan,” tambahnya.
Dari grafik pelunasan, lonjakan terjadi pada 25 dan 26 Maret dengan masing-masing 44 dan 32 pelunasan. Namun, setelahnya tren menurun drastis. Per 15 April, tidak ada tambahan pelunasan sama sekali.
Kemenag berharap jemaah yang belum melunasi segera menuntaskan prosesnya sebelum batas waktu.
“Waktu tinggal dua hari. Kami imbau semua segera datang ke bank dan selesaikan administrasinya,” tegas Syahbudi. (*)
Reporter :Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK