Buka konten ini
SEIBEDUK (BP) – Warga dan pengguna jalan mendesak Pemerintah Kota Batam untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh di ruas Jalan S Parman, Kecamatan Seibeduk. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, perbaikan jalan yang dilakukan masih bersifat tambal sulam dan belum memberikan kenyamanan maksimal bagi pengguna jalan.
Kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Meski ada upaya penanganan, sistem tambal sulam yang diterapkan dinilai tidak efektif. Beberapa titik perbaikan justru menimbulkan gelombang yang mengganggu laju kendaraan, serta getaran saat melintas.
”Belum ada perubahan yang berarti. Memang jalan berlubang sudah ditambal, tapi tambalannya tidak rata dan bergelombang. Kami tetap merasa tidak nyaman saat melintas,” ujar Simon, salah seorang warga Seibeduk yang rutin melewati jalan tersebut, Minggu (13/4).
Simon menambahkan, perbaikan jalan secara menyeluruh sangat dibutuhkan, mengingat kondisi lalu lintas yang padat dan peran vital jalan tersebut sebagai akses utama ke kawasan industri dan permukiman warga. Ia berharap pemerintah kota bisa segera bertindak sebelum terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang membahayakan.
Keluhan serupa juga disampaikan Ribka, pekerja pabrik di Mukakuning yang tinggal di Seibeduk. Menurutnya, kondisi jalan makin terasa buruk saat berkendara di malam hari. Penerangan jalan yang minim membuat lubang-lubang dan gelombang jalan sulit terlihat.
”Kalau sudah selesai sif malam dan pulang kerja, jalanan jadi sangat tidak nyaman. Banyak titik rusak yang sulit dihindari karena gelap dan bergelombang,” kata Ribka.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, menyebutkan bahwa perbaikan jalan untuk saat ini masih terbatas pada tambal sulam. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan tahapan perencanaan yang masih berjalan.
”Perbaikan menyeluruh akan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan teknis dan ketersediaan anggaran. Untuk sementara, kami fokus tambal sulam untuk mencegah kerusakan lebih parah,” jelasnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK