Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batam menyatakan kesiapan menyambut 38 Bhikkhu (biarawan) yang sedang melakukan perjalanan spiritual Thudong dari Bangkok, Thailand, menuju Candi Borobudur, Indonesia. Perjalanan spiritual ini merupakan rangkaian menyambut Hari Raya Waisak yang jatuh pada 12 Mei 2025 mendatang.
Thudong sendiri merupakan praktik spiritual dalam ajaran Buddha Theravada, dimana para Bhikkhu melakukan perjalanan panjang dengan berjalan kaki melewati hutan, pegunungan, dan perdesaan untuk mencapai tempat suci. Tahun ini, para Bhikkhu telah menempuh jarak sekitar 2.500 kilometer (km) melalui Thailand, Malaysia, dan Singapura, dan dijadwalkan akan memasuki Indonesia melalui Batam pada 16 April 2025.
Kedatangan rombongan Bhikkhu Thudong disambut hangat oleh tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB Batam. Mereka sepakat bahwa momen ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan tingginya nilai toleransi, keberagaman, dan semangat saling menghargai yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batam.
Sekretaris FKUB Kota Batam, Shabirun Husnum, mewakili Ketua FKUB, dalam konferensi pers yang digelar Panitia Bhikkhu Thudong 2025 di Batam Center, Senin (14/4), menegaskan bahwa FKUB menyambut baik kedatangan para Bhikkhu dengan penuh kehangatan dan optimisme terhadap suksesnya acara tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar karena umat beragama di Batam selama ini hidup dalam kerukunan yang sangat baik,” ujarnya.
Dua tahun lalu, Batam dinobatkan sebagai kota dengan indeks kerukunan antarumat beragama dan budaya terbaik se-Indonesia.
Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan Thudong internasional ini. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga simbol perdamaian dan kebersamaan antarumat beragama. Kemenag Batam pun siap mendukung penuh.
Romo Yance, rohaniwan Katolik yang mewakili umat Katolik di Batam, turut menyambut antusias kedatangan para Bhikkhu Thudong. Ia mengaku bangga karena kedatangan mereka bertepatan dengan perayaan Kamis Putih, momen penting dalam Pekan Suci umat Katolik.
“Ini menjadi cerminan bahwa kita hidup dalam harmoni, saling menghargai, dan memiliki misi yang sama dalam menciptakan perdamaian,” ujarnya.
Selama berada di Batam, yakni dari 16 hingga 18 April, para Bhikkhu akan melakukan kunjungan ke berbagai rumah ibadah lintas agama. Jadwal kegiatan mencakup kunjungan ke Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Gereja Katolik Kerahiman Ilahi, Pura Agung Amerta Bhuana, serta Vihara Grha Buddha Manggala, dimana para Bhikkhu juga akan memberikan khotbah dan berdialog dengan pemuka agama.
Wakil Ketua Umum Panitia Bhikkhu Thudong 2025, Abi Kho, menegaskan bahwa kegiatan ini membawa pesan penting tentang toleransi dan perdamaian dunia.
“Kami ingin dunia tahu bahwa Indonesia, khususnya Batam, adalah contoh nyata toleransi antarumat beragama. Para Bhikkhu memang tidak berjalan kaki di Batam, tapi interaksi mereka sangat bermakna,” kata Abi Kho.
Setelah menyelesaikan agenda di Batam, para Bhikkhu akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk selanjutnya berjalan kaki menuju candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK