Buka konten ini
Istri Kevin Diks sepupu pemilik The Well Lombok dan keduanya sempat mampir saat restoran tersebut belum beroperasi. Menunya makanan sehat, tanpa gula, tanpa pengawet.
THE Well Lombok belum lagi beroperasi ketika bek tim nasional (timnas) Kevin Diks dan istri mampir ke sana pada Desember 2023. Baru sekitar delapan bulan kemudian restoran di kawasan wisata Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tersebut mulai menerima tamu.
”Tentu saya berharap Kevin Diks dan istrinya, Evi, bisa datang lagi ke sini lagi,” ujar Tim Louwaars yang bersama sang istri, Joelle Louwaars, merupakan pemilik restoran tersebut.
Tim adalah sepupu Evi Louwaars, istri Kevin. Orangtua Tim serta Evi kakak beradik.
Meski tak punya sangkut paut secara bisnis, Kevin sedikit banyak turut berkontribusi pada kian populernya The Well Lombok. Itu setelah dia menyebutnya saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube The Haye Way.
The Well Lombok terlihat ramai saat Lombok Post (grup Batam Pos) berkunjung ke sana Rabu (9/4) pekan lalu. Mayoritas pengunjung turis asing yang baru pulang dari pantai di sekitar Mandalika. Seperti Kuta, Mawun, Tanjung Aan dan Selong Belanak.
Restoran ini masih satu kawasan dengan Sirkuit Mandalika. Kurang lebih berjarak tiga kilometer saja. Tak sedikit pasangan yang datang membawa anak-anak kecil. Begitu masuk restoran, mereka langsung berlarian ke bagian belakang. Rupanya di sana tersedia playground.
Di sana, mereka bisa puas bermain pasir atau mainan kitchen set. Sebagian lagi bermain jual beli es krim. Ada pula penitipan bayi yang dilengkapi pengasuh.
Saat para bocah asyik bermain, para mama dan papa duduk santai di sofa serta kursi yang tertata rapi. ”Saya suka menu dan suasana restoran ini. Apalagi saya seorang vegetarian. Menu vegan banyak di sini,” kata Joshua, turis asal Bonn, Jerman.
Para pengunjung tidak hanya di ruang utama. Beberapa juga ada yang nongkrong di ruang co-working yang terletak di sisi barat meja kasir. Ini ruangan yang bisa dipakai pengunjung mengerjakan tugas atau pekerjaan.
”Saya berwisata sambil kerja sih. Karena ada proyek konstruksi yang saya kerjakan di Mataram (ibu kota NTB, red),” kata Vina, wisatawan asal Semarang, Jawa Tengah.
Tim dan Joelle membuka The Well Lombok mulai Juli 2024. Selain kelengkapan fasilitas, yang menonjol dari restoran ini ada pada menu sehat mereka.
”Semua makanan di sini tidak mengunakan gula dan bahan pengawet. Semua dari bahan organik,” jelas Tim.
General Manager The Well Lombok Chacha menyebut, konsep restoran tersebut memang restoran keluarga dengan ragam menu makanan sehat. Konsep itu tidak lepas dari gaya hidup sehat keluarga Louwaars.
”Jadi, mereka benar-benar menjunjung tinggi kesehatan dan ingin menuangkan konsep hidup sehat tersebut di restoran ini,” katanya.
Selain mengambil dari penyuplai resmi, bahan baku makanan juga banyak diambil dari kebun yang dikelola sendiri di area restoran. Di sana, Tim dan Joelle menanam terong, tomat, bayam, sawi, serta kacang-kacangan.
The Well Lombok juga tidak menggunakan minyak goreng kemasan untuk menggoreng makanan. Melainkan memanfaatkan minyak kelapa.
Kini, setelah usahanya berjalan sembilan bulan, Tim dan istrinya bersyukur memutuskan untuk berinvestasi di Lombok. Sebab, awalnya dia tertarik membuka bisnis di pulau tetangga: Bali.
Tapi, seorang teman meyakinkannya menyampaikan bahwa suasana lebih enak di Lombok. ”Teman saya bilang Lombok lebih tenang, lebih asyik daripada di Bali. Ternyata benar, saya tinggal di sini sama istri dan empat anak saya sekarang,” katanya.
Terkait sang sepupu, Tim merasa bangga dan mendukung penuh keberadaan Kevin di skuad Garuda. Pria 41 tahun itu pun mendukung dan sangat berharap Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
”Ini bagus sekali bagi Indonesia untuk menumbuhkan gairah sepak bolanya,” katanya.
Juni mendatang Kevin akan kembali ke Indonesia untuk membela Garuda di lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Siapa tahu setelah tugasnya selesai, dia akan mampir ke Lombok untuk mandi matahari dan menyantap menu sehat di The Well. (***)
Reporter : UMAR WIRAHADI
Editor : RYAN AGUNG