Buka konten ini
DALLAS (BP) – Luka Doncic bergabung dengan Los Angeles Lakers pada Februari lalu setelah meninggalkan Dallas Mavericks yang dibelanya selama tujuh tahun. Tentu saja, tidak mudah bagi Doncic melupakan Mavericks. Jiwa dan raga pebasket berusia 26 tahun itu masih begitu terikat dengan Kota Dallas. Apalagi, Doncic pindah bukan karena keinginan sendiri, melainkan keputusan pelatih Mavs, Nico Harrison.
Kembali untuk kali pertama ke markas Mavs di American Airlines Center, Kamis (10/4), perasaan Doncic begitu emosional. Fans Mavs menyambutnya dengan ramah. “Selamat datang Luka” atau “Kami mencintaimu” merupakan beberapa tulisan dalam poster yang ditunjukkan fans tuan rumah.
Mata Doncic pun berkaca-kaca ketika sebuah video penghormatan ditujukan kepadanya sebelum pertandingan. “Setelah melihat video itu, aku berpikir tidak mungkin bisa menjalani pertandingan ini. Begitu banyak emosi meluap,” kata Doncic seperti dikutip dari ESPN.
“Namun, semua rekan setim menyemangatiku (untuk bermain). Mereka sangat mendukungku sehingga aku sangat berterima kasih atas hal itu,” sambung pebasket kelahiran Ljubljana, Slovenia, tersebut.
Lakers Lolos Playoff
Doncic pun menunjukkan profesionalitasnya. Dia bermain moncer dengan mencetak 45 poin, 8 rebound, dan 6 assist. Itu menyamai catatan poin tertingginya musim ini sekaligus mengantarkan Lakers menang 112-97.Kemenangan yang memastikan Lakers sebagai tim ketiga dari Wilayah Barat yang lolos ke playoff.
Doncic tidak bermain sampai akhir. Dia keluar ketika waktu tersisa 1 menit 34 detik dan langsung mendapat tepuk tangan meriah dari publik American Airlines Center. “Aku suka dengan para penggemar ini, aku suka kota ini. Aku datang ke sini saat berusia 18 tahun, tidak tahu apa yang bisa aku lakukan di NBA, dan merekalah yang membuat aku merasa seperti di rumah sendiri,” beber Doncic.
Bintang Lakers lainnya, LeBron James turut mengomentari laga emosional Doncic kemarin. “Semua pemain (Lakers) tahu bahwa kami semua harus mendukungnya untuk tampil bagus di sini (kandang Mavs),” tuturnya di Spectrum SportsNet.
Desak Pelatih Mavericks untuk Dipecat
Sementara itu, pelatih Mavs Harrison justru jadi sasaran kekecewaan pendukung tuan rumah. Bahkan, ketika laga dimulai, teriakan ”Pecat Nico! Pecat Nico!” sudah menggema. Chant tersebut terus terdengar hingga pertengahan sampai akhir pertandingan. Harrison memilih diam dan tidak bereaksi atas chant tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO