Buka konten ini
BINTAN (BP) – Sejumlah calon penumpang kapal Roro di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan nyaris menjadi korban penipuan tiket palsu yang ditawarkan melalui media sosial facebook.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (4/4).
Saat itu, para calon penumpang ditawari tiket Roro dan dijanjikan bisa menyeberang ke Telagapunggur, Batam.
Namun, saat tiba di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, petugas mencurigai tiket yang mereka sodorkan palsu.
Petugas sempat mengira mesin di loket yang bermasalah atau sistem lagi pemeliharaan.
Petugas kemudian mengirim barcode tiket ke pusat untuk dicek. Ternyata, barcode tiketnya palsu.
Setelah dimintai penjelasan, mereka mengaku mendapat tiket dari facebook.
Para calon penumpang itu membawa 6 mobil, dimana 4 mobil masih dalam satu keluarga, sedangkan 2 mobil sudah beda keluarga.
Kepala Pos Polisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Iptu Muslimin membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan dari tiga orang calon penumpang Roro yang nyaris menjadi korban penipuan tiket palsu.
”Mereka 6 mobil, tapi ada yang masih keluarga dan ada yang bukan. Satu orang ada 3 mobil, kemudian ada 2 mobil dan 1 mobil,” kata dia.
Awalnya para korban mencari tiket kapal Roro online untuk mobil melalui aplikasi resmi ferizy, namun kuota sudah habis dipesan.
Salah satu korban kemudian mencari tiket online di medsos setelah mendapat saran dari temannya yang pernah berhasil membeli tiket di facebook.
Setelah melakukan pencarian di medsos facebook, mereka ditawari tiket Roro seharga Rp 315 ribu per mobil dan ditambah Rp 50 ribu sebagai uang jasa.
Meskipun sempat curiga, mereka belum sempat membeli tiket yang ditawari karena ingin memastikan terlebih dahulu dengan menscan barcode.
”Mereka baru mau bayar kalau tiketnya berhasil discan,” katanya.
Namun karena barcodenya tidak bisa discan, mereka akhirnya melaporkan kejadian itu.
”Mereka tidak dirugikan uang tapi waktu,” kata dia.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak tergiur membeli tiket di medsos.
”Jangan beli di medsos, belilah di aplikasi resminya untuk menghindari penipuan,” imbuhnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI