Buka konten ini
MAJALENGKA (BP) – Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah yang akan membuka sekitar 80.000 koperasi yang tersebar di setiap desa di Indonesia. Dilengkapi pula gudang dan kamar pendingin atau cold storage untuk menyimpan hasil pangan, termasuk panen para petani.
“Setiap desa akan kita minta untuk mendirikan koperasi yang masuk dalam suatu jaringan koperasi nasional dan setiap desa akan kita bantu kredit,” kata Prabowo saat memimpin panen raya serentak bersama 14 provinsi di seluruh Indonesia di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka Majalengka, Jawa Barat, kemarin (7/4).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, jumlah total desa di Indonesia mencapai 83.971. Sebagian di antaranya sudah memiliki koperasi.
Prabowo menambahkan, koperasi yang ada di setiap desa juga nantinya akan diberikan pinjaman untuk bisa memiliki masing-masing dua truk. Tujuannya, membantu para petani sehingga hasil panen mereka dapat sampai ke pasar secara langsung dan cepat.
“Dan, nanti, pupuk bisa diambil dalam waktu cepat, langsung ke Gapoktan-Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), dan tidak boleh lagi ada terlalu banyak perantara, terlalu banyak tengkulak-tengkulak. Saya setuju, tadi ada perwakilan petani yang mengatakan kalau bisa langsung saja ke Gapoktan,” sambungnya.
Di Ngawi, Gubernur Jawa Timur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan kalau provinsi yang dia pimpin masih jadi lumbung pangan nasional. Dengan luas baku sawah mencapai 1.207.997 hektare (ha), Jatim menyumbang 17,48 persen terhadap produksi beras nasional.
Pada 2024, lanjut Khofifah dalam perbincangan melalui konferensi video dengan Prabowo yang memimpin panen raya di Majalengka, Jatim mencatat luas panen sebesar 1.616.985 ha dengan menghasilkan 9.270.435 ton GKG (gabah kering giling). Itu setara dengan 5.352.936 ton beras. “Tren tahun 2025 juga masih positif,” kata Khofifah.
Panen raya kemarin dihelat serentak di 14 provinsi dan 157 Kabupaten/kota di Indonesia. Khusus Jatim, kegiatan panen raya dipusatkan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Di seluruh Jatim, panen raya dilakukan di 37 kabupaten/kota dengan total luas panen mencapai 5.500 ha.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jatim per 3 Maret 2025, pada periode Januari–April 2025, luas panen tercatat sebesar 838.473 ha. Atau meningkat 20,17 persen atau 140.746 ha dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 697.727 ha.
Kenaikan tersebut juga diikuti peningkatan produksi padi dari 4.044.480 ton GKG pada Januari–April 2024 menjadi 4.800.015 ton GKG pada periode yang sama tahun ini atau naik 18,68 persen. Demikian pula dengan produksi beras yang meningkat dari 2.335.364 ton menjadi 2.771.626 ton.
Selain capaian panen, Khofifah juga menyoroti peningkatan luas tambah tanam padi di Jatim. Hingga 6 April 2025, realisasi luas tambah tanam mencapai 628.110 ha.
Dalam diskusi di sela panen raya, Prabowo juga mendapat keluhan dari petani terkait hama tikus yang mengganggu produksi padi. Prabowo pun berjanji untuk mencarikan solusi.
Berdasarkan informasi yang dia peroleh, salah satu cara yang efektif membasmi hama tikus adalah menyebar burung hantu. Untuk itu, dia siap membantu penyediaan burung hantu di kawasan tersebut. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG