Buka konten ini
CHARLESTON (BP) – Petenis Amerika Serikat Jessica Pegula membuktikan bahwa dia tidak hanya bisa juara di lapangan rumput. Pegula juga bisa bersinar di lapangan tanah liat. Seperti kemenangannya di Charleston Open 2025, Senin (7/4).
Dalam final di Credit One Stadium, Charleston, Pegula sukses mengalahkan kompatriotnya, Sofia Kenin, dengan 6-3 7-5. Gelar tersebut jadi gelar pertama Jessie, sapaan akrab Pegula, di lapangan tanah liat. “Ini gelar lapangan tanah liat pertamaku. Sangat keren. Sangat istimewa saat aku mampu memenanginya di sini,” kata Pegula seperti dilansir di laman resmi turnamen.
Pegula mengungkapkan, tidak mudah menaklukkan lapangan tanah liat.Terutama bagi petenis yang terbiasa bermain di lapangan rumput seperti dirinya. Menurutnya, kegigihan dalam mempertahankan ritme permainan jadi kuncinya pada All American final tersebut.
“Saat Anda bermain di lapangan tanah liat, maka Anda harus dapat menunjukkan semacam kegigihan dan ketangguhan. Apalagi, servis di lapangan tanah liat menurutku tidak begitu efektif,” tutur petenis berusia 31 tahun itu.
Gelar di Charleston sekaligus menandai gelar pertama Pegula setelah mencapai tiga final dalam empat turnamen terakhir. Dengan capaian itu, dia naik ke ranking ketiga WTA dengan menggeser Coco Gauff sebagai petenis ranking teratas AS. Dua ranking teratas adalah Aryna Sabalenka (Belarus) dan Iga Swiatek (Polandia). Pegula juga memiliki rekor WTA terbaik dengan memenangi 25 game pada tahun ini. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO