Buka konten ini
Dengan mendaftarkan diri Anda di Harian Batam Pos, Anda akan mendapatkan akses penuh ke seluruh konten.

Jumlah penumpang kapal Roro mulai arus mudik hingga H+5 arus balik dari Tanjunguban ke Telagapunggur melalui Pelabuhan ASDP Tanjunguban mengalami peningkatan.
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha mengatakan, berdasarkan data yang dilaporkan sejak H-10 hingga H+5, sekitar 43.665 orang penumpang yang telah diseberangkan dari Tanjunguban ke Telagapunggur melalui Pelabuhan ASDP Tanjunguban.
Sementara total kendaraan baik roda dua dan roda empat yang telah diseberangkan sekitar 12.279 unit. Puncak arus balik libur lebaran terjadi pada Minggu (6/4) dengan mengoperasikan kapal hingga Senin (7/4) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Lonjakan arus balik penumpang dan kendaraan membuat pihak ASDP mengoperasikan satu kapal tambahan.
Pantauan di lokasi, Senin (7/4) dini hari, kendaraan dan penumpang memadati pelabuhan yang berada di Tanjunguban itu.
Petugas gabungan dari TNI, Polres Bintan dan sekuriti pelabuhan siaga mengatur arus lalu lintas kendaraan yang hendak menyeberang ke Batam.
Sejumlah Penerbangan Dibatalkan
Sementara itu, sejumlah penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepri sempat dilakukan pembatalan. Hal ini, membuat dampak bagi jumlah penumpang selama periode libur lebaran Idulfitri 2025.
Bandara RHF mencatat, jumlah penumpang yang tiba dan terbang dari Bandara tersebut mengalami penurunan sebesar 12 persen. Setidaknya terdapat 12.018 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara RHF.
”Untuk periode H-10 sampai H+5 2025 ada 12.018 penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara RHF, dengan total pergerakan pesawat sebanyak 120 penerbangan,” kata Airport Operation RHF, Sujiwo, Senin (7/4).
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka penumpang di Bandara RHF mengalami penurunan 12 persen. Di tahun 2024 lalu, setidaknya ada sekitar 13.500 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara RHF.
Menurutnya, penyebab penurunan jumlah penumpang disebabkan adanya pembatalan sejumlah penerbangan oleh beberapa maskapai. ”Yakni Susi Air dan Citilink, dengan total empat rute yang terdampak, termasuk 2 ke Jakarta, dan Dabo Singkep,” tambahnya.
Ia menerangkan, maskapai Susi Air membatalkan penerbangan karena alasan perawatan pesawat atau maintenance. Kemudian maskapai Citilink masih menghentikan operasionalnya sebagaimana surat pemberitahuan sebelumnya.
Selain itu, harga tiket yang tinggi juga berpengaruh dengan jumlah penumpang di SBP. Kendati demikian, Sujiwo menyatakan bahwa mulai 8 April mendatang, situasi mulai kembali normal.
”Untuk penerbangan Maskapai Citilink akan kembali terbang setiap hari, disusul Garuda Indonesia dengan total empat kali frekuensi penerbangan harian,” sebutnya.
Sementara untuk rute antar pulau, seperti yang dilayani oleh Susi Air, frekuensinya masih dua kali seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis. ”Kemudian Susi Air dengan kapasitas 12 penumpang per penerbangan, dikatakan selalu penuh untuk rute tersebut,” pungkasnya.
Perketat Pengamanan di Pelabuhan
Sementara itu, mengantisipasi lonjakan arus balik pasca-libur Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah Tahun 2025, Polres Lingga Melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Lingga yang tergabung dalam Ops Ketupat Seligi 2025 Tingkatkan pengamanan secara intensif di sejumlah pelabuhan. Salah satu titik pengamanan yang menjadi fokus utama adalah Pelabuhan Desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat pada Senin (7/4).
AKBP Pahala Martua Nababan, Kapolres Lingga, melalui IPTU Nofrianto Karo Karo, Kasat Polairud menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Polres Lingga memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat yang kembali ke daerah masing-masing setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.
”Pengamanan di beberapa pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Lingga akan kami tingkatkan, terutama di titik-titik yang padat penumpang seperti Pelabuhan Jagoh. Kami akan memastikan bahwa setiap penumpang merasa aman dan nyaman selama proses perjalanan arus balik,” ujar IPTU Nofrianto.
Ia juga menegaskan pengawasan akan dilakukan secara maksimal, baik dari sisi keamanan laut, aktivitas penumpang, hingga ketertiban di kawasan pelabuhan. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas serta mengantisipasi terjadinya kepadatan yang dapat mengganggu kelancaran arus balik.
”Fokus kami tidak hanya pada pengamanan fisik saja, akan tetapi kami juga memastikan alur keberangkatan terus berjalan tertib dan lancar. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan menjaga ketertiban bersama,” tambahnya.
Dengan penguatan pengamanan ini, diharapkan seluruh proses arus balik di wilayah Kabupaten Lingga dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polres Lingga juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama masa arus balik Lebaran tahun ini.
Kondisi terkini pelabuhan Jagoh Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga pada saat arus balik pasca mudik lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, Senin (7/4).(***)
Reporter : Slamet Nofasusanto / MOHAMAD ISMAIL / VATAWARI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI