Buka konten ini
Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan proyek revitalisasi Masjid Agung Raja Hamidah di Batam Center tetap berlanjut pada 2025 meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Azril Apriansyah, menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk proyek ini tidak mengalami pemangkasan, tetap berada di kisaran Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.
”Tidak ada pengurangan anggaran untuk revitalisasi masjid. Pengerjaan tetap berjalan sesuai rencana dengan anggaran sekitar Rp14-15 miliar,” ujarnya, belum lama ini.
Tahun ini, revitalisasi akan difokuskan pada pembangunan taman, dua menara, serta pagar masjid. Saat ini, proses perencanaan sedang berlangsung dan diharapkan dapat segera dieksekusi. Azril optimistis bahwa hasil pengerjaan akan terlihat signifikan pada 2025.
”Insyaallah hingga tahun depan sudah terlihat lanskapnya. Pagar dan dua menara ditargetkan selesai. Jika anggarannya mencukupi, menara lama juga akan direvitalisasi,” katanya.
Selain itu, Pemko Batam juga merencanakan penambahan sarana dan prasarana, termasuk pembangunan area basement, guna meningkatkan kenyamanan jemaah. Revitalisasi dilakukan secara bertahap agar seluruh fasilitas dapat terpenuhi secara optimal. ”Kami juga akan melengkapi sarana di dalam masjid agar jemaah semakin nyaman beribadah,” tambah Azril.
Sejak kembali dibuka untuk umum pada 15 September 2024, masjid ini masih dalam masa perawatan selama enam bulan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik.
”Perawatan masih kami lakukan hingga enam bulan ke depan, meskipun masjid sudah dibuka. Beberapa hal yang masih kurang akan terus dilengkapi,” jelasnya.
Revitalisasi Masjid Agung Raja Hamidah menjadi perhatian serius Pemko Batam, mengingat perannya sebagai ikon keagamaan dan pusat kegiatan umat Islam di kota ini. Pemerintah berharap proyek ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Salah seorang jemaah Masjid Agung, Adi, menyambut gembira rencana penambahan sarana dan prasarana di masjid tersebut.
Menurutnya, dengan makin baiknya fasilitas yang tersedia, maka jemaah yang beribadah juga makin nyaman. ”Termasuk penataan area parkir juga harus dipikirkan dengan baik, sehingga saat salat Jumat misalnya, kendaraan tidak parkir hingga ke jalan-jalan di luar sana,” katanya. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK