Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Tim Indonesia menurunkan 19 wakil untik berlaga di Badminton Asia Championships (BAC) 2025 di Ningbo, Tiongkok, pada 8-13 April. Secara undian, sektor ganda campuran harus menghadapi lawan terjal.
Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti misalnya. Mereka harus bertemu unggulan kedua asal Tiongkok Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Sedangkan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juga harus hadapi unggulan ketujuh asal Tiongkok Cheng Xing/Zhang Ci.
Dejan menyebutkan, dalam beberapa event terakhir undian seolah tak menguntungkan. Sebelumnya di Swiss Open, JanDia -akronim Dejan/Fadia- langsung berhadapan dengan Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran.
Karena itu, Dejan menyebutkan secara strategi dan lainnya harus sudah dipikirkan matang. Termasuk dari latihan. Dia berharap latihan bersama Fadia di waktu yang tersisa ini bisa lebih intensif.
Untuk diketahui, Fadia bermain rangkap karena harus turun di ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari. “Kalau dengan cara seperti kemarin, maksudnya tuh latihan masing-masing lagi, kayaknya sih dengan musuhnya itu agak sedikit (sulit) ya,” katanya.
Dejan menegaskan hal itu bukan pesimistis. Hanya saja, dia ingin ada perbaikan dari hasil yang sebelumnya sangat jauh karena kalah telak 9-21, 7-21. Dia mengaku sudah membicarakan dengan Fadia. Mulai dari cara main seperti apa, cara latihannya nanti, sampai mau berangkat bagaimana. “Kami juga jauh-jauh ke China nggak maulah, maksudnya hasilnya nggak baik gitu. Kami mau maksimal,” paparnya
Dejan menilai Feng dan Huang merupakan duet yang patut diwaspadai. Meskipun, sebelumnya juga sempat dipisah. “Menurut saya sih tetap jadi pasangannya kuat juga, walaupun kemarin dua pertandingan pisah ya,” ucapnya.
Dejan juga sudah menganalisa permainan keduanya. Feng dengan tinggi menjulang dan Huang yang pengalaman di ganda campuran jadi kombinasi yang kuat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO