Buka konten ini
MOJOKERTO (BP) – Sebanyak 10 orang dari dua keluarga asal Mojokerto dan Sidoarjo dinyatakan meninggal akibat longsor di jalur wisata Cangar–Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis (3/4) lalu.
Setelah sempat tertunda akibat kondisi medan yang berat, kemarin (4/4) seluruh korban jiwa berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan Mojokerto-Malang.
Berdasarkan hasil identifikasi, seluruh korban adalah penumpang dua kendaraan yang tersapu material lumpur bercampur bebatuan dari tebing setinggi 50 meter hingga terperosok ke jurang sedalam 30 meter.
Tiga korban di antaranya merupakan penumpang pikap bernopol S 9137 N. Mereka adalah pasangan suami istri dan seorang balita asal Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, yakni Ahmad Fiki Muzaki, 28; Fitria Handayani, 27; dan balita 3,5 tahun MFZ. Ketiganya dievakuasi ke RSUD Sumberglagah Pacet.
Sementara itu, tujuh korban lainnya merupakan penumpang minibus asal Dusun/Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Mereka adalah Masjid Zatmo Setio, 31; Rani Anggraeni, 28; Syahrul Nugroho Rangga Setiawan, 6; Putri Qiana Ramadhani, 2; Wahyudi, 71; Jainah, 61; dan Saudah, 70.
”Satu korban penumpang minibus sudah dievakuasi kemarin (Kamis, red) dan enam korban kita evakuasi hari ini, (kemarin, red) dan sudah kami bawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata Batu,” ujar Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, Jumat (4/4).
Pasca-insiden, proses evakuasi oleh tim SAR gabungan Mojokerto-Malang selama dua hari berlangsung dramatis. Evakuasi sempat dihentikan karena kondisi lokasi kejadian yang masih rawan longsor. Selain itu, medan curam dan penuh material membuat tim SAR harus mengerahkan alat berat.
Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya Yoni Fariza menambahkan, enam korban dalam minibus ditemukan Jumat (4/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Ketebalan material longsor yang menimbun minibus membuat proses evakuasi berjalan sulit. Belum lagi dua batu besar dan batang pohon yang menimpa kendaraan tersebut. ”Di dalam minibus ada empat orang dewasa dan dua anak-anak. Kondisinya terjepit karena mobilnya ringsek dan posisinya terbalik,” jelasnya.
Sementara itu, para korban penumpang pikap sudah ditemukan sebelumnya. Yang pertama dievakuasi adalah sang sopir, Masjid Zatmo Setio, pada Kamis (3/4) sore.
Kendati seluruh korban berhasil dievakuasi, jalur alternatif wisata penghubung Mojokerto dan Kota Batu itu masih ditutup total. Selain material longsor yang belum dibersihkan dan masih menutup ruas jalan, petugas juga masih mengevaluasi keamanan jalur tersebut.
”Di sini, kondisi cuaca di atas jam 12 siang sering hujan. Sehingga pembersihan material longsor yang menutup jalan belum bisa kami lakukan. Dikhawatirkan getaran alat berat saat proses pembersihan material menyebabkan longsor susulan. Jadi, yang paling penting adalah mencegah korban baru,” tambah AKBP Ihram.
Terpisah, Kepala UPT Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, Ahmad Wahyudi, mengimbau agar masyarakat selalu waspada saat melintasi jalur rawan longsor tersebut. Terlebih, kondisi medan di jalur wisata ini tergolong curam dan tanahnya labil. ”Kondisi ini (juga) membuat pembersihan material tidak bisa dilakukan dan harus ditunda ke hari berikutnya,” ungkapnya.
Sebelum proses pembersihan dilakukan, petugas akan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk menghindari longsoran susulan. ”Nanti kami akan menginformasikan kepada pihak-pihak terkait gambaran kondisi lapangan pascabencana. Kita targetkan hari ini (kemarin) selesai karena besok (hari ini) kami harus melaporkan perkembangan untuk langkah selanjutnya,” ungkapnya.
Evaluasi oleh Jajaran Forkopimda Mojokerto
Di bagian lain, Pemkab Mojokerto memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga para korban. Tak hanya itu, pemkab juga melakukan evaluasi terhadap kondisi jalur wisata Cangar–Pacet.
Hal itu disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa di sela takziah ke rumah duka di Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas. Selain menyampaikan belasungkawa, dia juga memberikan santunan kepada keluarga korban. ”Selain sebagai wujud kehadiran pemerintah, setidaknya sedikit santunan yang kita salurkan bisa meringankan beban keluarga,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, pemkab bersama jajaran forkopimda dan pihak terkait menggelar rapat koordinasi hari ini, Sabtu (5/4). Selain menentukan langkah selanjutnya, rapat tersebut juga bertujuan untuk mengevaluasi peristiwa yang terjadi, termasuk kondisi jalur Cangar–Pacet. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO