Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp524 miliar hingga Januari 2025 kepada para pelaku ekspor farmasi. Plt Direktur Pelaksana Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U. Norhadi menjelaskan, penyaluran pembiayaan itu guna mendorong industri farmasi dalam negeri agar dapat bersaing di pasar global melalui penugasan khusus ekspor (PKE) farmasi dan alat kesehatan.
Maqin menyebutkan, melalui PKE Farmasi, LPEI mendukung ekspor industri farmasi seperti vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis seperti jarum suntik. “Dengan demikian, PKE farmasi dan alat kesehatan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kemandirian industri farmasi Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/3).
Sepanjang tahun lalu, LPEI telah menyalurkan fasilitas PKE farmasi dan alat kesehatan ke beberapa perusahaan. Seperti, fasilitas kredit modal kerja ekspor kepada BUMN Farmasi untuk memproduksi vaksin. Mereka telah melakukan ekspor ke lebih dari 160 negara.
Selain itu, LPEI juga telah memberikan fasilitas PKE garmasi kepada salah satu perusahaan pada akhir tahun lalu. Mereka akan ekspansi pasar ekspor obat-obatan ke Asia, Afrika, Amerika Utara, dan Australia.
Pada awal tahun ini, LPEI juga menyalurkan fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi ekspor kepada produsen jarum suntik. Dananya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi, penguatan modal kerja, dan pendukung operasional di Cikarang. Pabrik tersebut akan menjadi sentra produksi ekspor produk jarum suntik untuk ekspor ke lebih dari 30 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Data Kementerian Perindustrian menunjukkan potensi besar industri farmasi Indonesia. Nilai ekspornya mencapai USD 639,42 juta (sekitar Rp9,9 triliun) pada periode Januari hingga September 2024.
“Program PKE mendorong ekspor nasional dan merupakan bentuk diplomasi ekonomi Indonesia ke mancanegara. LPEI berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri farmasi di Indonesia agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Maqin. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO