Buka konten ini
KARIMUN (BP) – Calon penumpang Kapal Motor (KM) Kelud tujuan Jakarta terakhir berangkat pada Senin (17/3) lalu dari Pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun.
Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Operasional dan Pelayanan Pelni Tanjungbalai Karimun, Edison Sitorus, mengatakan terjadi lonjakan penumpang hingga 100 persen dibandingkan hari-hari biasa untuk keberangkatan KM Kelud tujuan Tanjung Priok, Jakarta.
”Mayoritas adalah penumpang musiman, yaitu para pekerja kapal yang pulang kampung lebih awal,” terangnya, Jumat (21/3).
Sementara itu, calon penumpang yang ingin berangkat ke Jakarta menggunakan KM Kelud masih dapat memesan tiket di loket Pelni Tanjungbalai Karimun maupun secara daring untuk keberangkatan pada 28 Maret mendatang melalui Pelabuhan Batam. Pada tanggal tersebut, Pelni juga menyediakan tambahan kapal, yaitu KM Nggapulu. Tercatat, jumlah penumpang terakhir tujuan Jakarta kemarin mencapai 378 orang.
”Untuk tujuan Belawan, perjalanan harus melalui Pelabuhan Batam pada 23, 25, dan 28 Maret mendatang. Jika dilihat, jumlah penumpang terus meningkat setiap tahunnya. Rata-rata, penumpang memilih kelas ekonomi dan bepergian dalam rombongan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sitorus menyampaikan bahwa KM Kelud akan kembali singgah di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun usai Lebaran Idulfitri 1446 H, tepatnya pada 2 April mendatang, untuk perjalanan ke Tanjung Priok, Jakarta.
Sementara itu, rute tujuan Belawan, Medan, juga telah kembali normal. Dengan demikian, arus mudik menggunakan KM Kelud dari Tanjungbalai Karimun sudah selesai.
”Jika melihat grafiknya, setiap musim mudik Lebaran selalu terjadi peningkatan jumlah penumpang,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, suasana Pelabuhan Domestik maupun Internasional Tanjungbalai Karimun masih normal.
Ada 233 Ribu Penumpang di SBP
Sementara itu, lonjakan penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Kepri saat musim mudik lebaran Idulfitri 2025 diprediksi bakal terjadi pada 28 Maret mendatang. Setidaknya terdapat ratusan ribu penumpang yang diprediksi bakal datang dan pergi dari Pelabuhan tersebut.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang juga sudah membuka posko terpadu, untuk menghadapi puncak arus mudik di Pelabuhan SBP yang diprediksi terjadi pada 28 dan 29 Maret mendatang.
”Posko dimulai 21 Maret hingga 11 April. Dimana perkiraan puncak arus mudik tanggal 28 dan 29 Maret. Sementara arus balik pada 5 dan 6 April,” kata Kasi Lalulintas dan Angkutan Laut KSOP Tanjungpinang, Imran, Jumat (21/3).
Untuk tahun 2025 ini, jumlah pemudik yang tiba dan berangkat dari Pelabuhan SBP tersebut diprediksi mengalami kenaikan sebanyak 3 persen. KSOP mencatat, setidaknya akan ada 114.402 pemudik yang tiba dan 118.788 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan itu.
Angka tersebut mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan tahun 2024. Dimana, di tahun tersebut terdapat 226.407 pemudik yang melintas di Pelabuhan SBP. Dengan rincian, 110.079 pemudik tiba dan 115.328 pemudik yang berangkat. ”Untuk tahun ini kami prediksikan ada kenaikan sekitar tiga persen dari tahun sebelumnya. Jadi total penumpang yang tiba dan pergi tahun ini sebanyak 233.190 orang,” tambahnya.
Untuk menghadapi mudik lebaran Idul Fitri di Kota Gurindam, KSOP hingga pihak terkait menyiapkan 55 armada untuk mengakut para pemudik. Sebanyak 49 armada diantaranya melayani rute domestik, sementara enam kapal lainnya melayani pemudik rute internasional.
Imran juga mengimbau agar masyarakat merencanakan perjalanan mudik sejak jauh hari serta memanfaatkan sistem e-ticketing yang telah diterapkan di Terminal Sri Bintan Pura. ”Dengan e-ticketing, penumpang bisa mendapatkan kepastian keberangkatan dan menghindari antrean panjang,” pungkasnya. (***)
Reporter : TRI HARYONO / MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI